Fenomena "Jam Koma" Apa dan Mengapa Terjadi?
- 21 Okt 2024 17:00 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Jam koma" adalah istilah baru yang populer di kalangan Gen Z, mengacu pada kebiasaan remaja dan dewasa muda yang mengalami penurunan energi atau kelelahan ekstrem pada jam-jam tertentu dalam sehari, biasanya di sore hingga malam hari. Fenomena ini semakin sering diperbincangkan di media sosial, terutama di platform seperti TikTok dan X, di mana banyak pengguna berbagi pengalaman tentang "koma" yang terjadi sekitar jam 2-4 sore atau larut malam saat mereka merasa benar-benar kehabisan tenaga. Apa sebenarnya yang memicu tren ini di antara Gen Z?
1. Kelelahan Mental dari Aktivitas Digital Gen Z, yang tumbuh dengan teknologi dan media sosial, sangat terpapar pada informasi digital hampir setiap saat. Penggunaan smartphone, bekerja di depan komputer, serta interaksi terus-menerus di dunia maya dapat menyebabkan kelelahan kognitif dan fisik. Penurunan energi di tengah hari sering kali disebabkan oleh overload informasi yang memengaruhi tingkat konsentrasi mereka.
2. Kurang Tidur adalah salah satu penyebab utama fenomena "jam koma." Banyak Gen Z yang terbiasa begadang, baik untuk urusan sekolah, pekerjaan, maupun hiburan seperti menonton video atau bermain game. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan waktu pemulihan yang cukup, dan rasa lelah cenderung muncul pada jam-jam kritis di siang atau malam hari.
3. Selain itu, dengan dunia yang semakin digital, Gen Z menghadapi tekanan untuk terus terkoneksi dan produktif sepanjang waktu. Media sosial menambah lapisan stres baru karena adanya ekspektasi sosial dan citra diri yang terus-menerus dipantau. Ini dapat menyebabkan burnout dan akhirnya "jam koma" sebagai bentuk kelelahan yang berkepanjangan.
4. Konsumsi makan yang kurang sehat juga menjadi salah satu faktor penting. Gen Z cenderung mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula dan kafein, terutama dalam bentuk minuman energi atau kopi. Efek dari kafein dan gula yang dikonsumsi di pagi hari biasanya akan menurun drastis setelah beberapa jam, menyebabkan lonjakan kelelahan yang drastis.
Fenomena ini tidak hanya memengaruhi produktivitas, tetapi juga kesehatan mental dan fisik Gen Z. Stress jangka panjang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius seperti gangguan tidur, kecemasan, bahkan depresi. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mulai menerapkan pola hidup yang lebih seimbang, termasuk membatasi waktu di depan layar, menjaga pola makan sehat, dan memastikan waktu tidur yang cukup.
Solusi yang dapat diadopsi untuk mengatasi "jam koma" antara lain:
· Mengatur rutinitas harian dengan waktu istirahat yang terjadwal.
· Membatasi konsumsi kafein dan menghindari minuman manis berlebihan.
· Mengambil jeda dari aktivitas digital secara berkala untuk memberi kesempatan otak dan tubuh beristirahat.
· Olahraga teratur untuk meningkatkan energi dan mengurangi kelelahan di siang hari.
Sebagai bagian dari gaya hidup modern yang sangat terhubung dengan teknologi, fenomena "jam koma" di kalangan Gen Z menjadi cerminan dari tantangan keseharian mereka dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan digital dan kesehatan fisik serta mental. Meski begitu, dengan upaya sadar untuk mengatur waktu, mengadopsi gaya hidup sehat, dan lebih bijak dalam penggunaan teknologi, fenomena ini bisa dikelola dengan baik. Memahami pentingnya istirahat dan pemulihan adalah kunci agar Gen Z tetap produktif dan sehat di era digital yang serba cepat ini. (Sumber: Fitriyah Andini_Universitas Diponegoro)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....