Prosesi Dodol Dawet dalam Pernikahan Jawa

  • 09 Okt 2024 15:51 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Prosesi dodol dawet merupakan salah satu rangkaian upacara dalam pernikahan adat Jawa yang penuh makna simbolis. Prosesi ini biasanya dilakukan oleh orang tua pengantin wanita dengan menjual dawet atau minuman tradisional kepada para tamu, sesaat setelah acara siraman dilakukan.

Makna utama dari dodol dawet adalah simbolisasi keberlimpahan rezeki. Dengan menjual dawet, keluarga mempelai perempuan berharap agar rumah tangga yang akan dibangun dilimpahi rezeki yang cukup. Ini juga menjadi simbol kesiapan mempelai pria untuk mengambil tanggung jawab sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah.

Selain sebagai simbol ekonomi, prosesi ini juga mengandung makna sosial. Dodol dawet menjadi ajang kebersamaan, di mana para tamu turut serta dalam "pembelian" dawet. Interaksi antara tamu dan mempelai pria melalui kegiatan ini menggambarkan harapan akan kehidupan sosial yang harmonis dan penuh kebahagiaan dalam rumah tangga baru.

Dodol dawet sering kali disertai dengan suasana yang meriah, diiringi dengan tawa dan canda dari para tamu. Ini menunjukkan bahwa rezeki yang dicari harus dilalui dengan usaha yang penuh semangat dan kebahagiaan. Dengan prosesi ini, nilai kebersamaan dan gotong royong dalam keluarga dan masyarakat juga turut dipupuk.

Kesederhanaan dalam dodol dawet mengajarkan bahwa dalam membangun rumah tangga, yang terpenting adalah keikhlasan, kerja sama, dan saling berbagi. Meski terlihat sederhana, prosesi ini mengandung filosofi mendalam tentang rezeki, tanggung jawab, dan kehidupan sosial yang harmonis. [byyoulpu]

Sumber:

Astuti, W. (2021). Makna Filosofis dalam Prosesi Dodol Dawet pada Pernikahan Adat Jawa. Jurnal Budaya Tradisional.

Prabowo, Y. (2020). Simbolisme Upacara Dodol Dawet dalam Tradisi Pernikahan Jawa. Jurnal Kearifan Lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....