Mengenal Fenomena Doom Spending dan Dampak Negatifnya
- 04 Okt 2024 17:55 WIB
- Fak Fak
KBRN, Fakfak : Dalam beberapa tahun terakhir, perilaku belanja di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, telah menarik perhatian banyak pihak, karena hal ini ditandai dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan berbagai tantangan sosial, yang dikenal sebagai "doom spending". Melansir dari psychology today, istilah doom spending merujuk pada kebiasaan menghabiskan uang secara impulsif, meskipun dalam kondisi keuangan yang tidak stabil, dengan alasan untuk menikmati hidup di tengah ketidakpastian global.
Beberapa faktor mendorong munculnya perilaku ini, diantaranya karena tekanan psikologis akibat isu-isu global, seperti perubahan iklim, ketidakstabilan politik, dan pandemi COVID-19. Dengan memanfaatkan uang mereka untuk membeli barang-barang yang dianggap menyenangkan atau mewah, mereka berusaha mengatasi perasaan cemas dan depresi.
Selain itu akses yang mudah ke platform e-commerce dan media sosial juga mempercepat fenomena ini. Iklan yang menggoda dan gaya hidup influencer menciptakan norma baru tentang konsumsi yang mendorong mereka untuk berbelanja tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap keuangan pribadi.
Meskipun terlihat menyenangkan, doom spending memiliki konsekuensi yang serius. Dampak negatif dari fenomena doom spending diantaranya:
- Utang yang Menumpuk
Banyak generasi milenial dan Gen Z yang terjebak dalam utang akibat belanja impulsif. Pengeluaran dengat kartu kredit secara berlebihan berdampak pada utang yang terus menumpuk.
- Sulit Menabung
Perilaku doom spending bisa membuat seseorang kehilangan kendali atas pengelolaan keuangan sehingga berdampak pada kesulitan untuk menyisihkan dana darurat.
- Stress Finansial
Ketidakmampuan untuk mengatur anggaran dengan baik dapat memengaruhi kesehatan mental. Alih-alih mengurangi stres, doom spending justru dapat memperparah kondisi emosional.
- Gagal dalam Investasi Jangka Panjang
Akibat pengeluaran berlebihan maka kemampuan untuk mencapai tujuan jangka panjang, seperti membeli rumah atau menabung untuk pendidikan sulit diwujudkan.
Memahami dampak negatif dari doom spending penting dilakukan agar dapat meningkatkan kesadaran tentang manajemen keuangan di kalangan Gen Z dan milenial. Kampanye edukasi mengenai perencanaan keuangan, pentingnya menabung, dan konsekuensi dari belanja impulsif diharapkan dapat membantu generasi ini membuat keputusan yang lebih bijaksana.
Dengan meningkatnya pemahaman tentang pentingnya kesehatan mental dan pengelolaan keuangan, diharapkan perilaku doom spending dapat berkurang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....