Kasus TB Pada Anak di Kota Kupang 2023 Capai 75 Kasus

  • 15 Nov 2023 14:51 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang : Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang paling sering menyerang paru-paru dan disebabkan oleh sejenis bakteri. Penyakit ini menyebar melalui udara ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau meludah. Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg Retnawati mengatakan, situasi perjalanan Tuberkulosisi TB di dalam penanganannya untuk tahun 2023 pihaknya harus mampu mencapai Sembilan puluh ( 90 ) pasien penderita TB. “ kita harus capai di tahun 2023 ini kemudian didalam penemuan kasusnya kita harapkan bisa mencapai Sembilan puluh ( 90 ) persen sehingga capat target 60 persen “ kata Retnawati ( 15/11/2023 ).

Khusus untuk kota Kupang Menurut Dokter Retnawati Kepala dinas Kesehatan Kota Kupang Untuk jumlah kasus TB pada anak usia lima ( 5 ) yang ditemukan dan disudah Obati di kota Kupang Menurut Dokter Retnawati Kepala dinas Kesehatan Kota Kupang dari bulan Januari sampai pada bulan Nopember 2023 mencapai 75 kasus dengan pengobatan baru mencapai 20 persen atau 26 koma 70 persen di tahun 2022, sementara untuk tahun 2023 dari 73 kasus 36 kasus diantaranya mendapatkan pengobatan atau 49 persen. “ Memang di dalam derajat pengobatan untuk kota kupang sudah mengalami kenaikan karena telah di bantu dari UNICEF untuk program-program dari pemerintah daerah itu sendiri “ ungkapnya.

Dokter Retnawati mengatakan untuk target pencapai pencegahan Tuberkulosis 2023 untuk Kota Kupang di harapkan bisa mencapai enam puluh ( 60 ) persen,sementara untuk tahun 2025 juga di harapkan untuk pengobatan lebih dari 90 persen,kemudian pengobatan terhadap penderita TB yang terkontak langsung dengan penderita diharapkan lebih dari 70 persen sebagai upaya menurunkan angka kematian. “ karena kalau penularannya berlanjut dan pengoabatannya tidak tuntas akan berakibat pada kematian pasien TB itu sendiri “ ungkapnya.

Dokter Retnawati Kepala dinas Kesehatan Kota Kupang berharap dengan dikeluarkan kepres nomor 67 tahun 2021 tentang penanganan tuberculosis ( TB ) dan surat edaran Menteri kesehatan telah memuat tentang pengobatan Tuberkulosis (TB) di Indonesia, sehingga penilaian akreditas puskesmas tentang penyakit TB sendiri menjadi indikator penilaian karena itu merupakan program prioritas. “ akan menentukan apakah Puskesmas itu terakreditas dengan baik atau tidak “ ujarnya.

Tuberkulosis yang resistan terhadap banyak obat (TB-MDR) adalah suatu bentuk TBC yang disebabkan oleh bakteri yang tidak merespons terhadap isoniazid dan rifampisin, yang merupakan dua obat TBC lini pertama yang paling efektif. MDR-TB dapat diobati dan disembuhkan dengan menggunakan obat lini kedua. Namun, pilihan pengobatan lini kedua memerlukan obat-obatan ekstensif yang mahal dan beracun. Dalam beberapa kasus, resistensi obat yang lebih luas dapat terjadi. TBC yang disebabkan oleh bakteri yang tidak memberikan respons terhadap obat TBC lini kedua yang paling efektif dapat menyebabkan pilihan pengobatan bagi pasien menjadi sangat terbatas.( anna ).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....