Risoles Premium by The Dutch Kroketten and Rissole

  • 16 Agt 2024 20:28 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang ; Bicara soal Risoles , jajanan yang masuk ke dalam kategori kue basah ini sepertinya selalu jadi incaran para pemburu camilan. Selain rasanya yang enak tentunya tekstur kulit risoles yang lembut yang terbuat dari campuran tepung terigu , telur dan air yang kemudian diberi isian rougutte yang terdiri dari bahan-bahan isian nya seperti ayam , wortel , biji pala yang telah dihaluskan , kemudian dimasak bersama bawang bombay , seledri dan tentunya tidak ketinggalan susu kental manis. Ya , membayangkan camilan yang satu ini jika dimakan sore hari ditemani teh atau kopi tentu sangat nikmat bukan.

Asal muasal Jajanan yang satu ini jika kita lihat dari sejarahnya yaitu adalah berasal dari Perancis dan diyakini telah ada sejak abad ke 13. Nama risoles sendiri diambil dari bahasa Latin russeoulus yang berarti kemerahan. Sementara dalam bahasa Perancis yaitu rissoller yang artinya membuat jadi merah.

Di negara asalnya, Risoles merupakan menu utama sehari-hari berupa pastry dengan isian daging cincang merah atau daging sapi kemudian di goreng. Selain digoreng bisa juga dimasak dengan cara dioven.Tidak hanya di Perancis, hidangan ini juga sangat populer di Eropa termasuk di negara Belanda. Masyarakat Belanda menyebutnya rissole yaitu pastry berisi daging, Jumat (16/8/2024).

Risoles mulai dikenal masyarakat di Indonesia karena dibawa oleh bangsa Belanda pada masa penjajahan. Pada masa itu, kulit pastry belum familiar di Indonesia sehingga kulitnya dibuat dengan adonan tepung, telur dan air. Sementara isiannya menggunakan sayur-sayuran seperti wortel dan kentang karena daging sulit didapatkan. The Dutch Kroketten and rissole adalah salah 1 UMKM yang bergerak di bidang kuliner dan jika dilihat dari namanya ada 'rissole' yang berarti risoles itu sendiri namun yang menarik ada kata dutch yang menunjukkan umkm yang 1 ini menggunakan resep-resep '' belanda '' yang diturunkan dari sang nenek dari si pemilik usaha yang satu ini.

'' Ya jadii dulu awal mulanya pertama banget nenek saya kan punya catering masakkannya segala macem dari mulai makanan sampai dengan kue-kue basah dan memang sejak dulu nenek saya pakai bahan-bahan yang premium agar bisa menghasilkan rasa yang enak dengan kualitas yang terbaik. Selain itu yang menarik pakai beberapa resep - resep turunan dari alm ibunya atau buyut saya yang kebanyakan resep-resep belanda jadi ini beda kalau bikin kroket kentang atau risoles ragut pasti ada pakai biji pala nya dan banyak itu memperkuat rasa dan salah 1 bumbu khas yg pasti ada di masakkan western''. ucap Dea Ellisa Anindita owner The Dutch Kroketten & Rissole kepada RRI Malang

Umkm yang bergerak di bidang kuliner ini juga fokus terhadap kualitas dan mutu , yang terpenting bagi mereka adalah bagaimana cara mempertahankan rasa yang sama dari generasi ke generasi. Berawal dari dapur rumahan dan sempat beberapa kali membuka kedai sampai akhirnya usaha ini kembali dijalankan secara online dari rumah dikarenakan sempat terkena imbas pandemi covid 19 yang sempat cukup mempengaruhi usahanya.

'' Dulu saya buka di depan jalan S. Supriadi ya ada yang jaga dan sudah siap tinggal goreng saja , karena lokasinya juga cukup strategis di sebrang kampus RST Soepraoe Sukun Malang kemudian karna pandemi kan cukup mempengaruhi juga akhirnya saya kembali buka dari rumah dan terima pesanan secara online saja karena sambil kerja juga .'' tambahnya

Baginya dalam menjalankan usaha kuliner butuh ketekunan dan tentunya inovasi namun yang terpenting adalah konsistensi rasa dan kualitas yang harus dijaga agar pelanggan atau customer bisa tetap merasakkan sesuatu yang dibuatnya dengan hati dan akan sampai ke hati penikmatnya '' made with love '' .

'' kalau kita bikin kue misalnya itu kan harus dengan mood yang bagus supaya rasanya juga kerasa sama yg menikmati kue buatan kita selain itu bagi saya jaga konsistensi rasa wajib hukummnya jadi gini misal bahan mahal saya akan bisa naikkin harga tentu semua ada kalkulasinya tapi saya gamau turunin kualitas dari mulai besarnya kue rasanya harus konsist jadi pelanggan bisa benar-benar merasakkan intinya konsisten jangan kemarin enak sekarang ga enak pelanggan bisa lari nanti hehehe ,'' tambahnya


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....