Tengkleng Solo? Enak dan Lezat
- 15 Jul 2024 21:58 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Berkunjung ke kota Solo jangan lupa untuk mencari tengkleng. Tengkleng solo memang terkenal dengan rasanya yang lezat dan khas. Namun taukah anda tentang sejarah Tengkleng?
Tengkleng mempunyai kisah sejarah yang menyayat hati. Karena tengkleng lahir dari menipisnya bahan baku pangan pada masa penjajahan. Saat penjajahan Jepang, masyarakat Solo hidup dalam kesengsaraan. Kekurangan pangan membuat generasi muda terpaksa mengolah apa saja menjadi sesuatu yang bisa mengenyangkan perut mereka. Fakta sejarah tentang tengkleng, makanan khas Solo, tidak terlepas dari kreativitas rakyat kecil.
1. Tujuan utama membuat tengkleng saat itu adalah untuk mengatasi kelaparan yang merajalela, bahkan umbi pisangpun dijadikan makanan.
Pada masa penjajahan, masyarakat Solo memutar otak untuk bertahan hidup dengan mengolah seluruh bahan makanan, termasuk sisa makanan, seperti tulang kambing dan jerohannya. Pada umumnya, masyarakat dengan latar belakang ekonomi tinggi saat itu tidak memanfaatkan tulang dan jerohan hewan. Sisa daging kambing seperti tulang dan jerohan dimanfaatkan masyarakat dengan dimasak. Saat itu, daging kambing disajikan kepada pembesar-pembesar Belanda. Sisa makanannya diselesaikan dengan campuran bumbu khusus yang agak rumit. Umumnya daftar resepnya adalah rempah-rempah, diantaranya kelapa, jahe, kunyit, serai, daun jeruk segar, lengkuas, kayu manis, daun salam, cengkeh kering, bawang putih, bawang merah, garam, dan pala.
2. Asal Nama Tengkleng juga mencerminkan kehidupan masyarakat awam pada masa penjajahan.
Saat itu, masyarakat hanya bisa memakan sisa daging kambing yaitu tulang dan jeroannya, yang kemudian dimasak dengan bumbu rempah sederhana. Disebut tengkleng karena jika orang miskin menaruhnya di atas piring, maka akan terdengar bunyi kleng-kleng-kleng. Pasalnya, piring yang terbuat dari gembreng (sejenis seng). Oleh karena itu, ketika tulang diletakkan di atas piring, akan timbul suara yang keras.
3. Metode produksi
Cara membuat tengkleng melalui proses perebusan hingga keluar ekstrak tulangnya. Rasanya pun semakin nikmat dan disajikan dengan kuah kari yang banyak mengandung bumbu dan rempah. Semakin lama Tengkleng dimasak maka kuahnya akan semakin lezat karena membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengekstraksinya. Lalu, untuk menyempurnakan rasanya, dibumbui dengan bumbu kari. Karena bumbu ini bisa menghilangkan bau amis yang tidak sedap dari air mendidih di tulang.
Bagi para pendatang yang pernah mencicipi tengkleng solo, biasanya akan kembali mencari saat datang ke Solo. Karena selain gurih dan lezat, tengkleng solo juga empuk, cocok utk lauk ataupun dimakan tanpa nasi. ( Adiyanto Utomo - LPU
Sumber : https://konsumenesia.id/foodie/mengulik-sejarah-tengkleng-kuliner-khas-solo-yang-bernilai-sejarah-2023113389
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....