Gudeg 'Yu Djum' Kini dan Nanti

  • 22 Jun 2024 12:32 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Ketika wisatawan datang ke Yogyakarta, pasti mencari makanan Khas dari daerah istimewa ini, yakni Gudeg. Salah satu Gudeg yang terkenal di Yogyakarta adalah 'Yu Djum' yang mengawali berjualan sejak tahun 1951. Pemilik Gudeg 'Yu Djum' Remila Mursinta yang sekaligus generasi ke-3 menyampaikan awal mula Yu Djum berjualan tidak langsung membuka toko seperti saat ini.


“Yu Djum atau simbah saya, awal mula berjualan atau menawarkan gudeg dari pintu ke pintu, rumah ke rumah, kemudian baru memiliki tempat yang pertama ada di Wijilan,” ujarnya saat dialog di RRI Pro 4 Yogyakarta Jumat (20/6/2024).


Gudeg yang memiliki bahan dasar nangka muda atau gori yang dimasak dengan proses kurang lebih selama 12 jam ini, menciptakan rasa yang legit dan manis. Namun, Sinta menambahkan untuk cita rasa gudeg Yu Djum sedikit berbeda dengan rasa gudeg yang lain, karena tidak terlalu manis.


“Rasa gudeg kebanyakan adalah manis, karena Yogyakarta memang terkenal dengan rasa makanan yang cenderung manis, tapi Gudeg kami tidak terlalu manis, sehingga cocok untuk dinikmati pecinta gudeg selain dari Yogyakarta,” katanya.


Ketika menikmati Gudeg memang harus lengkap dengan kulit sapi yang dimasak menjadi krecek pedas, serta telur bebek, tahu, dan tempe. Telur yang digunakan untuk Gudeg adalah telur bebek, menurut Sinta bukan tanpa alasan memilih telur jenis ini. Karena proses memasak yang lama jika menggunakan telur ayam kampung atau telur ayam ras mengakibatkan telur bisa pecah.


Berbeda dengan telur bebek ketika dimasak, semakin lama telurnya menjadi kenyal dan meresap cita rasa dari bumbunya. Selain itu saat penyajian gudeg tidak lupa menambahkan areh yang berwana cokelat kehitaman, warna cokelat ini didapatkan dari tambahan bahan blondo saat proses memasak.


Saat ini Gudeg Yu Djum berinovasi dengan membuat gudeg kaleng dan gudeg vakum, sehingga aman untuk dikirim ke luar daerah bahkan ke luar negeri. Untuk ketahanan gudeg kaleng ini bisa sampai 1 tahun dan tanpa bahan pengawet. Saat ini outlet Gudeg Yu Djum milik Shinta di Yogyakarta ada 4 dan di Jakarta sebanyak 3 outlet.


Untuk menjaga kualitas rasanya Gudeg dikirim langsung dari Yogyakarta ke outlet Gudeg Yudjum di Jakarta. Sinta berharap agar generasi muda semakin mengerti dengan makanan khas atau makanan tradisional dari daerahnya dan yang ada di Indonesia.


“Harapan saya agar anak-anak muda tidak melupakan makanan tradisional dan makanan tradisional ini dapat bertahan dengan gempuran makanan- makan kekinian, sehingga makanan tradisional semakin dicintai generasi muda,” katanya menutup sesi dialog di RRI Pro 4 Yogyakarta. (Andhita/par)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....