Nikmatnya Satai Ulat Sagu Khas Danau Sentani
- 30 Mei 2024 16:52 WIB
- Jayapura
KBRN, Jayapura: Berkunjung ke Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, wisatawan tidak hanya disuguhi panorama indah Danau Sentani. Ada pula beragam kuliner yang khas, salah satunya adalah satai ulat sagu.
Ulat sagu didapat dari dalam batang pohon sagu yang tua dan sudah tumbang atau sengaja ditebang. Bagian dalam batang pohon sagu inilah tempat berkembangnya ulat sagu karena banyak zat tepung yang merupakan makanan bagi ulat-ulat.
Ulat sagu dan kuliner berbahan sagu sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat di pesisir Danau Sentani. Masyarakat setempat memasak ulat sagu menjadi satai atau dimakan langsung tanpa diolah.
Di balik penampilannya yang mungkin tidak menarik bagi sebagian orang, ulat sagu menawarkan banyak manfaat kesehatan. Sebab kandungan gizi pada ulat sagu juga terbilang tinggi dan kaya akan protein.
Ulat sagu tidak cocok digoreng karena mengandung lemak tinggi sehingga masyarakat Sentani mengolah ulat sagu dengan cara lain. Ulat sagu terlebih dahulu dicampur dengan bumbu-bumbu rempah dan tepung sagu.
Selanjutnya ditusuk menggunakan lidi barulah dipanggang di atas bara api. Hal tersebut menjadikan makanan ini memiliki tekstur yang unik dan cita rasa yang khas.
Lemak yang terdapat dalam ulat sagu juga memberikan rasa gurih yang menyatu sempurna dengan rempah-rempah yang digunakan. Proses perendaman ulat sagu dalam tepung sagu membuat teksturnya menjadi renyah di luar namun lembut di dalam.
Satai ulat sagu menjadi makanan favorit di Festival Port Numbay Explore Kampung Yoka dan Waena. Kegiatan ini dilaksanakan beberapa waktu lalu di Lapangan Bola Kampung Yoka, Kota Jayapura, Papua.
Jadi, jika Anda merencanakan perjalanan ke Papua, pastikan untuk memasukkan Kota Sentani dalam daftar destinasi Anda. Siapkan diri untuk petualangan kuliner yang unik dan kesempatan menyaksikan langsung kekayaan budaya Papua yang otentik dan mempesona.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....