Andaliman Bumbu Khas Kebanggaan Masyarakat Batak
- 09 Mei 2024 10:15 WIB
- Medan
KBRN, Medan: Andaliman atau bahasa latinnya (zanthoxylum acanthodium DC) adalah jenis tumbuhan anggota marga zanthoxylum (suku jeruk-jerukan, rutaceae).Bumbu ini di Indonesia hanya dikenal untuk masakan khas Batak.
Khasiatnya yang mampu menghilangkan bau amis pada ikan mentah menjadikan andaliman sebagai bumbu andalan dalam masakan khas batak seperti Arsik dan Naniura. Andaliman juga digunakan dalam masakan yang berbahan dasar daging seperti Saksang, Ayam napinadar dan lain-lain. Rempah ini juga digunakan untuk sambal khas batak seperti sambal tuktuk, sambal rias, sambal gota dan sambal tinombur.
Di Indonesia tanaman rempah ini banyak tumbuh liar di hutan semak Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Toba, Kabupaten Samosir, Kabupaten Dairi, Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Humbang Hasundutan.
Pantauan RRI tentang harga andaliman segar dipasar induk MTC Pancing berkisar Rp.150.000 hingga Rp.300.000 perkilogram.
Menurut ibu Tetti br.Sinaga pedagang andaliman, harganya juga musiman kadang bisa naik kadang bisa turun, salah satu alasannya adalah karna permintaan yang meningkat.
"Pada hari besar tertentu seperti hari natal dan tahun baru, andaliman ini banyak digunakan masyarakat pada masakan khas Batak, sedangkan pasokan dari petani masih sedikit, makanya harganya mahal," ujar Tetti.
Marandus Sirait seorang petani yang membudidayakan tanaman andaliman mengatakan pohon andaliman itu tumbuh di hutan semak-semak.
"Batangnya juga berduri sulit mencari andaliman itu, harus ke hutan tapi karena sebagai bumbu masakkan yang khas rasanya orang jadi banyak mencarinya," ujar pria asli Toba Samosir yang memiliki lahan seluas 5,5 hektar untuk tanaman andaliman.
Membudidayakan tanaman andaliman selain melestarikan rempah khas kebanggan masyarakat Batak ini, juga prospek nilai ekonominya yang tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....