Mengenal Tren Ngopi Pagi dan Manfaatnya

  • 19 Jan 2024 22:39 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Bagi sebagian orang, datang ke kedai kopi kemudian memesan dan meminum kopi di pagi hari adalah sebuah anomali. Meskipun bagi masyarakat di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung atau Surabaya, dua hal tersebut bukanlah suatu keanehan, bahkan sudah menjadi rutinitas harian.

Fauzi, seorang founder Baraja Coffee Indonesia, lewat wawancara melalui sambungan telepon dalam program Spada di Pro2Fm pada Selasa, (16/1/2024).

"Sebenarnya, kita (Cirebon) terhitungnya terlambat. Karena di luar itu sudah memulai tren kopi pagi ini, sejak beberapa tahun lalu," katanya.

Fauzi atau yang lebih terkenal dengan panggilan Oji ini, menyebut bahwa meminum kopi pagi hari adalah sebuah tren yang baru. Walaupun, secara spesifik Oji menambahkan bahwa tren "ngopi pagi" yang dimaksud adalah meminum kopi yang bukan kemasan.

"Karena minum kopi pagi pagi, bagi sebagian orang sejak dulu, termasuk gue, ya pagi pagi, sebelum memulai aktivitas," ucapnya.

Kebiasaan minum kopi di pagi hari mulai dilakukan oleh orang-orang Eropa pada awal 1800-an, bahkan tidak ada yang aneh sebenarnya dari meminum kopi di kedai kopi atau coffee shop, aktivitas tersebut menjadi aneh karena masyarakat kita sempat diramaikan oleh tren kopi senja atau meminum kopi di waktu senja. Tren yang juga sempat bersinggungan dengan kesusasteraan dan skema musik underground.

Perpindahan tren kopi senja menuju kopi pagi ini, salah satu pemantiknya adalah mulai riuhnya komunitas-komunitas lari, sepeda atau komunitas lainnya yang memilih untuk menjadikan kedai kopi sebagai titik kumpul pasca berkegiatan, seperti yang disampaikan oleh pemilik kedai kopi yang juga sudah hampir sepuluh tahun memutuskan untuk membuka kedai kopinya 7x24 jam. Alasannya, tidak lain karena Oji melihat peluang seperti yang terjadi belakangan, yaitu tren minum kopi pagi hari.

Faktanya, di beberapa kota, misal saja Malang, Palangkaraya dengan Kopi A’longnya, Jakarta dan yang terbaru dari Cirebon yaitu Berkah Jaya. Semuanya berani mengusung tren kopi pagi dengan sebutannya masing masing, sebut saja Pang, Pagi Ngopi, yang dikenal di Bandung, Jawa Barat. Karena sebelum adannya tren kopi senja, masyarakat Indonesia sudah terbiasa meminum kopi di pagi hari, walau dalam bentuk kemasan sachet.

“Kita sedang ada di 4.0-nya kopi. Atau bisa dibilang kembali pada fase atau tren yang sempat terjadi pada gelombang pertama kopi di dunia. Yaitu simplicity. Sederhana dan bisa diminum di mana saja,” ucap Oji.

Sama seperti yang terjadi di dunia fashion tren meminum kopi inipun, berulang. Seperti teori siklus milik Oswald Spengler yang mengatakan bahwa setiap peradaban besar akan mengalami pengulangan yang sama, mulai dari kelahiran, pertumbuhan, dan dilanjutkan dengan keruntuhan.

Hal ini dapat terjadi pada bidang kehidupan lain, karena teori siklus secara umum mengatakan bahwa setiap proses kehidupan manusia (baik kecil maupun besar) adalah sesuatu yang terjadi secara berulang-ulang.

Sementara itu, salah satu Barista perempuan di Kota Cirebon Riska Irawati menyampaikan betapa beralasan dan bermanfaatnnya tren meminum kopi pagi hari.

“Setahu aku emang banyak banget manfaatnnya. Saran aku, buat yang gak biasa minum kopi pagi pagi, mending mulai dengan kopi yang gak begitu berat, missal yang masih ada campuran susunya,” kata Riska.

Terlepas dari bagaimana tren meminum kopi pagi hari ini berkembang, minum kopi di waktu apapun punya khasiatnya tersendiri, tinggal bagaimana kontrol kita agar tidak berlebihan mengkonsumsinya.(AP).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....