Kuliner Tradisional Lombok Ayam Taliwang Kemasan
- 21 Jul 2023 15:14 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Kuliner tradisional Lombok seperti ayam taliwang kini telah dikemas ke dalam kaleng. Pengemasan tersebut bertujuan untuk memperoleh daya tahan produk hingga satu tahun.
UD Taliwang dengan merek produk ayam taliwang telah mengeluarkan jenis kemasan kaleng sebagai inovasi produk kuliner legendaris ayam taliwang. Produk dalam kemasan itu diberi nama Beca Bero yang artinya Kenapa Begitu dalam Bahasa Samawa.
"Jadi, harus ada ketertarikan konsumen melalui nama produk yang unik," kata Hj. Nurhidayati, pemilik UD Taliwang dan produk ayam taliwang kemasan Beca Bero, dalam Dialog NTB Pagi, Kamis (20/7/2023). Nurhidayati hadir sebagai narasumber bersama Ketua Lab Mikrobiologi Pangan Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram Mutia Devi Ariyana, S.Si., MP.
Nurhidayati atau yang akrab dipanggil Ida Gaffar ini menceritakan, sebelumnya, ada beberapa nama yang telah diajukan saat mengurus Hak Kekayaan Intelektual, sehingga muncul nama Beca Bero. Bahasa sehari-hari masyarakat Sumbawa, yakni Beca Bero.
Usaha ayam taliwang yang dirintis Ida Ghaffar merupakan usaha turun temurun dari orang tua, yaitu H. Ahmad Moerad. Orang tua yang memulai berjualan ayam taliwang dengan konsep kaki lima di Jalan Pejanggik, Kota Mataram. Kemudian sampai kepada pembangunan beberapa rumah makan di Kelurahan Taliwang, Kecamatan Cakranegara. Melihat perjalanan usaha rumah makan ini, ayam taliwang dapat disebut sebagai kuliner legendaris Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Alhamdulillah, sampai ke generasi kedua pioneer ayam taliwang dari Pak Haji Ahmad Moerad,” tutur Ida.
Ida, melanjutkan usaha orang tuanya. Sejak tahun 1997, membuka rumah makan ayam taliwang di Jalan Airlangga, Kota Mataram. Berangkat dari penilaian NTB sebagai daerah wisata yang setengah dari angka kunjungannya adalah wisatawan domestik. Selanjutnya dalam kebiasaannya, wisatawan nusantara tersebut membawa makanan sebagai oleh-oleh.
“Sekian lama kami berpikir, dan menggali pendapat dari berbagai akademisi tentang kemasan. Syukur bertemu Fatepa Unram, serta LIPI yang sekarang BRIN. Mereka memberi petunjuk cara mengemas ayam taliwang,” sebut Ida.
Ida mengatakan, motivasi mengemas ayam taliwang dalam kemasan plastik dan kaleng datang dari diri sendiri. Keinginan tersebut lantas didukung pemerintah, instansi, dan universitas, Balai Besar Pengawas Obat Makanan.
“Atas inovasi ini, kami sangat bersyukur,” ucap Ida.
Seiring berjalannya waktu, produk ayam taliwang yang dikemas ke dalam plastik bisa bertahan sampai tiga bulan. Sedangkan yang dikemas ke dalam kaleng bisa bertahan sampai satu tahun. Teknologi yang digunakan disebut teknologi vakum.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....