Istri Pintar Masak Kolak, Suami Cerdas Kelola Usaha Rumahan

  • 05 Des 2022 10:44 WIB
  •  Sibolga

KBRN, Tapteng: Samsul Pasaribu, pria berumur 41 tahun, warga Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), memiliki usaha rumahan selain berprofesi sebagai Jurnalis di daerahnya. Dia dan istri saling membahu mengelola bisnis jual kolak ubi dan pisang sejak tahun 2020 lalu.

“Usaha (jual kolak) ini, dimulai sejak awal terjadi pendemi Covid melanda seluruh tanah air. Kondisi saat itu sangat mempengaruhi perekonomian keluarga saya dan sebahagian besar masyarakat. Karenanya, saya dan istri sepakat untuk mencoba berwirausaha,” ungkap Samsul, di rumahnya, Jalan Laksamana Manonga Napitupulu, Perumahan Pandan Elok, Blok A, Nomor 17, Pandan, Sabtu (3/12/2022).

Menurut pria tamatan SLTA, dan telah dikarunia dua orang anak itu, ide membangun bisnis panganan mucul disebabkan banyak orang yang memuji kolak masakan istrinya.

“Setiap ada keluarga atau teman yang datang bertamu, pasti minta dihidangkan kolak. Sejak itulah, terpikirlah untuk berbisnis kolak, karena banyak yang suka dengan kolak masakan istri saya, termasuk tetangga. Padahal, walnya sempat putus asa mau memulai usaha apa,” tutur Samsul.

Mantap dengan keputusan berbisnis kolak, Samsul mulai berusaha memasarkan panganan dagangannya melaui media sosial dan menawarkan layanan pengantaran gratis kepada konsumen.

Metode pemasaran online yang diterapkan ternyata membuahkan hasil. Bahkan, per hari, terjual puluhan hingga ratusan porsi kolak kemasan cup makanan.

Panganan buatan istri yang dilabeli "NaKolakNa" itu, dibandrol Rp8000 per porsi. “Kami mempromosikan (kolak) nya sejak masih proses memasak. Biasanya, ada yang langsung memesan, termasuk pesanan pelanggan buat niatan berbagi kepada anak yatim atau ke panti asuhan,” sebutnya.

“Na Kolak Na, ini, bahasa Pesisir, yang artinya "Ini Kolak". Kalimat ini populer dijadikan istilah candaan oleh kalangan anak muda di Sibolga dan Tapteng,” jelasnya.

Samsul mengaku bisnis rumahan yang dikelola bersama istri sangat membantu perekonomian keluarga. Dan, punya impian usaha mereka bisa lebih berkembang.

“Rencana jangka panjangnya, kami berkeinginan punya kios dan outlet (toko) di beberapa titik, yang khusus menjual kolak dengan lebih banyak varian (ragam) nya,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....