Waspada Penipuan Jual Emas Palsu di Toko Perhiasan
- 08 Jul 2024 22:55 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya : Warga Kalimantan Tengah patut mewaspadai aksi penipuan dengan modus menjual emas palsu di toko emas. Seperti dialami oleh salah satu pemilik toko emas di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dengan menjual kalung tembaga berlapis emas namun ternyata emas palsu.
Korban bernama Fika mengatakan awalnya kedua pelaku menawarkan perhiasan kalung seberat 20 gram itu ke sejumlah toko emas di PPM Sampit. Namun, beberapa toko menolak karena harga yang ditawarkan tidak sesuai dengan membawa kalung lengkap dengan notanya.
Namun, setelah diperiksa, ternyata kalung dari kedua wanita itu tenyata palsu karena terbuat dari tembaga yang dilapisi emas beberapa karat saja sehingga mirip dengan emas aslinya. Lantaran kurang teliti dalam mengecek keaslian emas itu, korban kehilangan uang tunai senilai Rp15 juta.
"Awalnya mereka bawa kalung lengkap dengan notanya. Lalu saya bayar Rp15 juta. Setelah diperiksa, kalung yang dibeli tenyata palsu. Tembaga yang dilapisi emas sedikit sehingga mirip dengan emas asli. Baru ketahuan ketika ke peleburan emas ternyata itu palsu," katanya, Senin (8/7/2024).
Wajah kedua pelaku bisa dikenal ketika mereka menawarkan kalung emas palsu di toko emas adik korban tepat di sebelah toko emas milik korban, lantaran di toko emas milik korban tidak terpasang CCTV.
Sementara itu, tidak hanya modus penipuan emas palsu. Saat ini juga sedang marak aksi pembobolan toko. Uniknya, pelaku beraksi dengan cara yang tidak biasa yakni menyelimuti tubuhnya dengan terpal.
Seperti yang terjadi di salah satu toko yang menjual makanan beku di Kota Sampit. Aksi tersebut terekam kamera CCTV toko. Dalam rekaman tersebut, tampak pelaku menyelimuti tubuhnya dengan menggunakan tarpal.
Pemilik Toko, Hamdan, menyebut pelaku masuk ke dalam toko pada malam hari dengan cara merusak kunci pintu belakang dengan menggunakan linggis. Pelaku berhasil membawa kabur sejumlah uang dari dalam meja kasir dan satu ponsel.
"Biasanya ada terpal di depan toko itu untuk menutup barang. Itu yang digunakan oleh pelaku agar tidak terlihat wajah dan badannya di CCTV. Rupanya pintu belakang dirusak dengan linggis kemudian masuk mengambil uang Rp400 ribu di laci meja dan satu ponsel," ucapnya.
Semakin nekat saja pelaku kejahatan dalam beraksi, sehingga warga diminta untuk waspada, dimanapun dan kapanpun. Namun dibalik keresahan warga, pihak Polda Kalimantan Tengah juga belum lama ini berhasil mengamankan sindikat pencurian rumah yang sudah meresahkan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....