Kurangnya Literasi Jadi Faktor Tingginya Kasus Bullying di SMA
- 11 Des 2023 14:23 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta : Terjadinya peristiwa perundungan atau bullying pada belasan siswa SMAN di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, yang diduga menjadi korban bullying kakak kelasnya sendiri. Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) periode 2017-2022, Prof. Dr. Susanto, MA mengatakan, salah satu faktor penyebab tingginya kasus bullying adalah kurangnya literasi dan kesadaran di kalangan pelajar.
“Sebenarnya tingkat SMA itu kan tingkat literasinya harusnya sudah tinggi, kesadaran sudah tinggi, kemudian kepekaan untuk melakukan pencegahan harusnya sudah mulai literasi yang baiklah, dibandingkan SD dan TK,” kata Susanto dalam dialog Pro 1 RRI Jakarta bersama penyiar Farid Kurniawan, Senin (11/12/2023).
Menurut Susanto, peran kepala sekolah sangatlah penting dalam membangun sistem anti-bullying di satuan pendidikan. Selain itu, guru diharapkan dapat melakukan inovasi di kelas untuk mencegah dan menangani bullying.
“Pencegahan bullying itu harus melalui 3 unsur tadi kepala sekolah tanggung jawabnya adalah membangun sistem, kedua guru melakukan banyak inovasi di kelas kelas belajar dan yang tiga adalah pelopor yang tumbuh pada anak anak kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, Susanto menyatakan bahwa pelaku bullying perlu didiagnosa secara utuh untuk melihat sejauh mana pola asuhan dan lingkungan sosial yang mempengaruhi perilaku mereka. Ia juga berharap langkah ini dapat efektif dalam mengurangi dan mencegah kasus bullying di satuan pendidikan Indonesia.
(Helen Nur Rahmadhan/ Politeknik Negeri Jakarta)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....