Apa Itu Krisis Moneter ? Pemicu Reformasi 98

  • 21 Mei 2024 10:10 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Setiap tanggal 21 Mei masyarakat Indonesia memperingat Hari Reformasi Nasional. Peringatan tersebut menandai tumbangnya kekuasaan Presiden Soeharto yang dipicu oleh krisis moneter cukup parah hingga menyebabkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) turun secara dramatis.

Indonesia pernah mengalami krisis moneter pada tahun 1997 hingga 1998. Krisis ekonomi tersebut mengakibatkan kemerosotan pada sektor ekonomi, termasuk perbankan. Pada saat itu terjadi depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dari sekitar Rp2.000 menjadi Rp17.000.

Lalu, apa yang dimaksud dengan krisis moneter?

Krisis moneter adalah kondisi terpuruknya perekonomian suatu negara yang menyebabkan harga-harga aset mengalami penurunan tajam. Laman OCBC menyebut, keterpurukan ekonomi yang terjadi membuat masyarakat tidak bisa melunasi utang sehingga industri perbankan kekurangan likuiditas.

Munculnya krisis moneter akan berdampak pada kepanikan masyarakat yang akan memicu penjualan aset secara masif dan penarikan dana besar-besaran dari rekening tabungan. Masyarakat terpaksa melakukan hal itu untuk menghindari risiko kerugian karena harga aset yang terus menurun apabila tetap disimpan.

Tindakan tersebut selanjutnya akan berdampak buruk pada pasar saham, pemerintah, dan menimbulkan krisis mata uang. Pasa saat itu, nilai mata uang rupiah sempat mengalami penurunan drastis dari Rp2.450 per dolar AS pada Juni 1997 menjadi Rp13.513 per dolar AS pada Januari 1998. Penurunan yang signifikan tersebut bahkan membuat devisa negara tidak mampu menahan kemerosotan rupiah.

Rekomendasi Berita