Hari Ini Rupiah Dibuka Melemah Tertekan ‘Rebound’ Dolar AS

  • 11 Sep 2026 10:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Berdasarkan data Bloomberg, rupiah turun 0,35 persen ke posisi Rp17.608 per dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini
  • Rupiah melemah karena dolar AS kembali menguat dan harga minyak yang naik tajam
  • Harga minyak terus naik karena eskalasi konflik di Timur Tengah semakin luas, sehingga mengganggu pasokan minyak

RRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah turun 0,35 persen ke posisi Rp17.608 per dolar AS.

Pada Kamis kemarin, rupiah ditutup turun 0,21 persen atau 36 poin ke level Rp17.547 per dolar AS. “Hari ini rupiah diprakirakan melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat,” kata Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, Jumat, 11 September 2026.

Menurutnya, dolar AS naik di tengah kenaikan imbal hasil obligasi AS dan kenaikan harga minyak dunia. Pasar mengkhawatirkan terjadi gangguan pasokan minyak dalam jangka waktu lama, sehingga harga minyak semakin melambung.

“Hari ini rupiah diprakirakan bergerak di kisaran Rp17.500-Rp17.650 per dolar AS,” ucap Lukman. Sedangkan indeks dolar AS bergerak di kisaran 99,07-99.08.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent sudah tembus ke level USD108 per barel, naik hingga 7,1 persen. Hrarga minyak mentah WTI berada di level USD102,48 per barel, naik 6,69 persen.

Harga minyak terus naik karena eskalasi konflik di Timur Tengah semakin luas, sehingga mengganggu pasokan minyak. Eskalasi konflik bukan lagi antara AS-Iran, tapi juga kelompok Houthi di Yaman dengan negara tetangganya Arab Saudi.

Untuk obligasi AS atau US Trasury, tercatat naik 11 basis poin ke level 4,95 persen. Selain kenaikan harga minyak, naiknya imbal hasil obligasi AS juga dikhawatirkan akan berdampak ke perekonomian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....