IHSG Ditutup Melemah Tipis ke Level 6.678

  • 09 Sep 2026 19:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG ditutup melemah 8,24 poin atau 0,12 persen ke level 6.678,20 pada perdagangan Rabu, 9 September 2026.
  • Sepanjang sesi perdagangan, IHSG mencapai level tertinggi 6.707,30 dan level terendah 6.642,15.
  • Pergerakan IHSG menunjukkan volatilitas moderat dengan fluktuasi sebesar 65,15 poin dalam rentang intraday.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 9 September 2026. IHSG turun 8,24 poin atau 0,12 persen ke level 6.678,20.

Berdasarkan data perdagangan hari ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.707,30. Sementara level terendah IHSG berada di posisi 6.642,15.

Nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp15,822 triliun. Volume perdagangan tercatat sebanyak 33,738 miliar saham dengan frekuensi 2.162.532 transaksi.

Sebanyak 308 saham tercatat menguat pada perdagangan hari ini. Sementara 317 saham melemah dan 169 saham lainnya bergerak tidak berubah.

Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut pelemahan IHSG terjadi di tengah tekanan pasar regional. Kenaikan harga minyak dan ketegangan di Timur Tengah turut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi.

“Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG ditutup melemah sebesar 8,24 poin atau 0,12 persen ke level 6.678,” kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Rabu, 9 September 2026. Sektor transportation & logistic menjadi penguat terbesar sebesar 2,41 persen, sedangkan healthcare terendah dengan penurunan 1,33 persen.

Bursa Asia secara umum didominasi pelemahan seiring kembali meningkatnya harga minyak. Kondisi tersebut dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Pilarmas menyebut kondisi tersebut memicu kekhawatiran inflasi sekaligus memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga. "Pelaku pasar juga menantikan keputusan kebijakan European Central Bank atau ECB pada Kamis," ujarnya.

Di dalam negeri, investor masih berhati-hati menjelang rilis data penjualan ritel Juli. Data tersebut akan menjadi perhatian setelah penjualan ritel Juni turun selama tiga bulan berturut-turut.

"Namun, pelemahan IHSG masih relatif terbatas pada perdagangan hari ini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan perekonomian Indonesia tetap solid pada kuartal III dan IV.," kata Tim Pilarmas.

Pada perdagangan saham unggulan, indeks LQ45 juga bergerak melemah. Saham yang mendominasi penguatan antara lain INDY, AADI, AMMN, NCKL, dan ANTM.

Sementara saham yang menekan pergerakan LQ45 antara lain KLBF, MAPI, BBTN, CPIN, dan BBCA. Pergerakan saham tersebut turut menjadi perhatian investor sepanjang perdagangan.

Untuk saham dengan penguatan terbesar, DPUM, SAPX, ESTI, KOKA, dan MSJA mencatat kenaikan tertinggi. Sementara MEDS, NATO, GTBO, PPRI, dan BMAS menjadi saham dengan penurunan terbesar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....