OJK Catat Pembiayaan Modal Ventura Turun 0,46 Persen hingga Juli 2026

  • 08 Sep 2026 15:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pembiayaan modal ventura mencapai Rp16,32 triliun hingga Juli 2026 dan terkontraksi 0,46 persen secara tahunan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan pembiayaan modal ventura hingga Juli 2026 tercatat sebesar Rp16,32 triliun. Ini berarti mengalami kontraksi sebesar 0,46 persen secara tahunan.

Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman. “Nilai pembiayaan modal ventura per Juli 2026 terkontraksi 0,46 persen secara year-on-year,” ucapnya, Senin, 7 September 2026.

Meski begitu, kinerja pembiayaan modal ventura pada Juli 2026 menunjukkan perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Juni 2026, pembiayaan modal ventura tercatat Rp16,28 triliun atau terkontraksi 0,48 persen secara tahunan.

Sementara itu, kondisi pembiayaan pada Mei 2026 secara tahunan masih mencatatkan pertumbuhan. OJK mencatat pembiayaan modal ventura saat itu mencapai Rp16,36 triliun atau tumbuh 0,09 persen.

Di sisi lain, aset industri modal ventura justru menunjukkan pertumbuhan hingga Juli 2026. OJK mencatat nilai aset mencapai Rp27,69 triliun atau tumbuh 1,99 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Pada Juli 2025, nilai aset industri modal ventura tercatat sebesar Rp27,15 triliun. Pertumbuhan tersebut menunjukkan kondisi aset industri masih terjaga meski pembiayaan mengalami kontraksi.

OJK juga mencermati fenomena tech winter yang masih menjadi perhatian industri modal ventura. Kondisi tersebut terutama berdampak pada perusahaan modal ventura berbasis Venture Capital Corporation (VCC).

Fenomena tersebut membuat industri modal ventura menjadi lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan. Selektivitas dilakukan sebagai langkah untuk menyesuaikan penyaluran pembiayaan dengan kondisi pasar yang berkembang.

Agusman mengatakan industri modal ventura juga mulai menyesuaikan strategi bisnis menghadapi kondisi tersebut. Salah satunya dengan memperluas kegiatan usaha kepada pasangan usaha dan debitur yang bergerak di sektor riil.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya industri beradaptasi terhadap perubahan kondisi pasar. Penyesuaian strategi diharapkan dapat menjaga keberlanjutan bisnis modal ventura di tengah tantangan industri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....