IHSG Lanjutkan Penguatan pada Jeda Siang Perdagangan, Berada di Level 6674,95

  • 08 Sep 2026 12:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG naik 0,84 persen atau 55,28 poin ke level 6.674,95 pada penutupan sesi pertama perdagangan Selasa 8 September 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat saat jeda siang perdagangan Selasa 8 September 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG naik 0,84 persen atau 55,28 poin ke level 6674,95.

IHSG sempat mencapai level tertinggi di angka 6.679,12. Sementara itu, level terendah indeks tercatat berada pada posisi 6.636,94.

IHSG sebelumnya naik ke level 6.639,51 pada pembukaan perdagangan. Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak sideways sepanjang perdagangan.

“Prakiraannya IHSG akan bergerak sideways cenderung melemah,” katanya. “IHSG akan menguji level 6.550-6.600.”

Saham-saham yang paling banyak dijual asing pada Senin 7 September 2026 adalah TPIA, CUAN, ISAT, KLBF dan BMRI. Namun, Tim Phintraco mencatat kenaikan di saham-saham sektor kesehatan yang naik 0,82 persen.

“Penopangnya adalah imbauan untuk memakai masker akibat paparan abu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau,” ujarnya. “Adanya imbauan ini menjadi faktor positif bagi saham sektor kesehatan.”

Sementara itu, cadangan devisa Indonesia yang membukukan kenaikan juga menjadi perhatian pasar. Cadangan devisa pada Agustus 2026 tercatat sebesar USD146,5 miliar, naik dibandingkan bulan sebelumnya sebesar USD145,3 miliar.

Menurut Tim Phintraco, cadangan devisa pada Agustus 2026 merupakan level tertinggi sejak Maret 2026. Kenaikannya ditopang oleh peningkatan penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan utang luar negeri pemerintah.

Pasar juga mencermati dinamika penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan permintaan tambahan anggaran dari kementerian/lembaga untuk 2027 mencapai Rp 1.000 triliun.

Namun, pemerintah tidak dapat memenuhi seluruh permintaan tersebut karena ruang fiskal yang terbatas. Sehingga dalam rapat dengan Banggar DPR disepakati tambahan belanja K/L hanya Rp9,1 triliun.

“Pemerintah perlu melakukan efisiensi anggaran,” kata Tim Phintraco. “Sehingga defisit anggaran tidak melebihi yang sudah ditetapkan.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....