Rupiah Bergerak Fluktuatif, Diprakirakan Konsolidasi Hari Ini

  • 08 Sep 2026 10:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini
  • Hari ini rupiah diperkirakan berkonsolidasi terhadap dolar AS di tengah absennya data ekonomi penting
  • Eskalai konflik geopolitik masih membebani rupiah

RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Mengacu data Bloomberg, rupiah melemah tipis 1 poin saat pembukaan perdagangan, namun setengah jam kemudian berbalik menguat

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah pada pukul 10.00 WIB naik 0,15 persen ke posisi Rp17.614 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan Senin kemarin, rupiah menguat tipis 0,01 persen ke posisi Rp17.640 per dolar AS.

"Hari ini rupiah diperkirakan berkonsolidasi terhadap dolar AS di tengah absennya data ekonomi penting. Baik data ekonomi dari internal maupun eksternal," kata Analis Pasar Uang dari Doo Financial Figures, Lukman Leong, Selasa, 8 September 2026.

Menurutnya, rupiah mungkin didukung oleh indeks dolar yang terpantau terkoreksi. Persoalannya, harga minyak mentah dunia masih naik oleh eskalasi konflik di Timur Tengah.

"Konflik itu yang akan akan membebani rupiah. Prakiraannya, rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp17.600-Rp17.700 per dolar AS," ujar Lukman Leong.

Harga minyak Brent naik sekitar 1,1 persen ke level USD97,31 per barel. Sedangkan harga minyak WTI naik sekitar 1,3 persen menjadi USD92,87 per barel.

Sementara itu, Tim Analis Mirae Asset Sekuritas mencatat aliran masuk modal asing melalui portofolio. Termasuk melalui Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Aliran masuk modal asing hingga 14 Agustus 2026 tercatat sebesar USD1,8 miliar. "Penguatan permintaan terhadap aset Rupiah mengurangi tekanan nilai tukar," Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto.

Kondisi itu, tambah Rully, membantu menekan kebutuhan penggunaan cadangan devisa untuk stabilisasi. Laporan Bank Indonesia menyebutkan, cadangan devisa bulan Agustus kembali naik menjadi USD146,5 miliar setelah beberapa bulan sebelumnya menurun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....