Penutupan Perdagangan, Penguatan Rupiah Tertahan Eskalasi Konflik Timur Tengah
- 07 Sep 2026 21:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Berdasarkan data Bloomberg, rupiah hanya menguat 2 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp17.640 per dolar AS
- Sentimen pasar semakin negatif melihat perkembangan konflik AS-Iran yang makin meruncing. Serangan AS selalu mendapatkan balasan dari Iran
- Pasar juga mengkhawatirkan bencana alam yang terjadi. Erupsi gunung anak Krakatau menimbulkan dampat signifikan pada sektor penerbangan dan terganggunya aktivitas masyarakat,
RRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar naik tipis terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah hanya menguat 2 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp17.640 per dolar AS.
Sentimen pasar semakin negatif melihat perkembangan konflik AS-Iran yang makin meruncing. Serangan AS selalu mendapatkan balasan dari Iran.
“Tehran bahkan menyatakan akan menetapkan zona maritim terbatas yang baru diluar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang. Kapal-kapal yang memasuki wilayah tersebut berpotensi menghadapi sanksi,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Senin, 7 September 2026, mengutip laporan media Iran, Press TV.
Langkah Iran itu memicu kekhawatiran akan terhambatnya pelayaran komersial dan arus energi yang melewati Selat Hormuz. Lalu lintas pelayaran di Selat itu saat ini sudah semakin menurun, bahkan mencapai tingkat terendah.
“Hanya 10 kapal pengangkut komoditas yang melintas per hari nya,” ucap Ibrahim. Selain dibatasi, kapal-kapal menghindari Selat Hormuz karena meningkatnya risiko keamanan.
Dari aspek ekonomi, pasar sedang menunggu data Indeks Harga Konsumen (inflasi) dan Indeks Harga Produksi. Jika kedua data tersebut menunjukkan inflasi yang masih tinggi, dapat membuka kembali peluang kenaikan suku bunga the Fed.
Dari dalam negeri, Ibrahim mencermati kebijakan moneter Indonesia yang masih menghadapi tantangan. Kebijakan moneter tidak hanya dituntut harus mendukung pertumbuhan ekonomi, tapi juga menjaga stabilitas rupiah dan menahan arus modal keluar
“Pasar juga mengkhawatirkan bencana alam yang terjadi. Erupsi gunung anak Krakatau menimbulkan dampat signifikan pada sektor penerbangan dan terganggunya aktivitas masyarakat,” ujar Ibrahim.
Di Sumatra, mengeringnya Sungai Barito membuat transportasi batubara terhenti. Kondisi ini menambah risiko bagi perekonomian domestik
“Pelaku pasar akan mencermati penanganan bencana sambil terus menghitung potensi dampaknya terhadap aktivitas ekonom. Terurutama jika gangguan transportasi dan dibatasinya aktivitas luar rumah berlangsung lama,” ucap Ibrahim
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....