Dolar AS Sedang Tertekan, Rupiah Berpeluang Menguat Hari Ini
- 03 Sep 2026 12:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mengacu data Bloomberg, pada pukul 10.30 WIB rupiah naik 0,30 persen ke level Rp17.693 per dolar AS
- Dolar AS terkoreksi karena data pekerjaan di Amerika Serikat yang melemah
- Penguatan rupiah terbatas karena masih ada faktor geopolitik yang berpotensi membuat rupiah kembali tertekan
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah terpantau bergerak menguat terhadap dolar AS sejak pembukaan perdagangan hari ini, Kamis, 3 September 2026. Mengacu data Bloomberg, pada pukul 10.30 WIB rupiah naik 0,30 persen ke level Rp17.693 per dolar AS.
Rupiah menguat signifikan di awal perdagangan hari ini, dibandingkan hari sebelumnya. Pada Rabu kemarin rupiah ditutup turun 0,11 persen ke posisi Rp17.763 per dolar AS.
"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS hari ini," kata Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong. Menurutnya, dolar AS terkoreksi karena data pekerjaan di Amerika Serikat yang melemah.
Berdasarkan Automatic Data Processing (ADP) bulan Agustus, pemberi kerja sektor swasta di AS menambah 38 ribu lapangan kerja. Angkanya lebih rendah dari perkiraan sebesar 47 ribu, menandai melambatnya laju lapangan kerja sejak Januari 2026.
Sementara itu, indeks dolar AS hari ini masih di kisaran 99,64. "Rupiah berpeluang menguat tapi terbatas di kisaran Rp17.650-Rp17.800 per dolar AS," ucap Lukman.
Penguatan rupiah terbatas karena masih ada faktor geopolitik yang berpotensi membuat rupiah kembali tertekan. Eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak, tambah Lukman, juga akan mempengaruhi pergerakan rupiah.
Di sisi lain trend kenaikan imbal hasil obligasi AS juga dapat menekan mata uang rupiah. Meskipun hari ini imbal hasil US Treasury sudah menurun dari 4,81 persen menjadi 4,78 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....