Aksi Demo Berakhir, Rupiah Berbalik Menguat Hari Ini

  • 28 Agt 2026 10:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mengacu data Bloomberg, rupiah terpantau dibukan naik 0,21 persen atau 37 poin ke posisi Rp17.707 per dolar AS
  • Rupiah berpotensi menguat, meski terbatas, terhadap dolar AS menyusul berakhirnya aksi penyampaian aspirasi masyarakat di gedung DPR kemarin
  • Stabilisasi rupiah membuat pasar fixed income Indonesia kembali menguat," ucapnya. Rata-rata transaksi fixed

RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah berbalik menguat terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Mengacu data Bloomberg, rupiah terpantau dibukan naik 0,21 persen atau 37 poin ke posisi Rp17.707 per dolar AS.

Pada Kamis kemarin, rupiah ditutup turun 0,11 persen atau 19 poin ke posisi Rp17.744 per dolar AS. Para analis sudah memprakirakan penguatan rupiah hari ini.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul berakhirnya aksi penyampaian aspirasi masyarakat di gedung DPR kemarin," kata Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, Jumat, 28 Agustus 2026. Namun penguatan rupiah hari ini kemungkinan terbatas, karena investor cenderung 'wait and see'.

Pelaku pasar menantikan pidato Ketua the Fed, Kevin Warsh di simposium Jackson Hole. Pasar ingin tahu arah kebijakan the Fed dan prospek suku bunga the Fed dalam waktu dekat.

Lukman memprakirakan nilai tukar rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp17.700-Rp17.800 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar AS relatif stabil di level 99,15.

Sementara itu, Analis Pasar Uang dari Mirae Asset Sekuritas, Jessica Tasijawa mengatakan, rupiah stabil di bawah Rp17.800 per dolar AS. "Stabilisasi rupiah membuat pasar fixed income Indonesia kembali menguat," ucapnya.

Rata-rata transaksi fixed income secara mingguan pulih ke atas Rp20 triliun. Pada pekan pertama bulan Agustus 2026, transaksinya hanya sekira Rp14,8 triliun.

"Peningkatan transaksi fixed income juga ditopang pengurangan frekuensi lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi sekali setiap dua minggu. Hal tersebut diikuti inflow asing ke Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp11 triliun pada Kamis kemarin," ujar Jessica.

Transaksi fixed income adalah kegiatan jual beli instrumen investasi pendapatan tetap, seperti obligasi atau surat utang. "Kondisi pasar valas domestik, menurutnya, masih relatif terkendali setelah penguatan sebelumnya," kata Jessica menutup analisisnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....