IHSG Melemah Tipis 0,07 Persen ke Level 6.496 saat Jeda Siang Perdagangan
- 26 Agt 2026 12:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG melemah 0,07 persen ke level 6.496,89 pada penutupan sesi I perdagangan Rabu.
- Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi rebound dalam rentang 6.450 hingga 6.600.
- Investor mencermati rencana PLTS 100 GWp, sentimen global, serta aksi jual asing di BEI.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di posisi melemah tipis saat jeda siang perdagangan, Rabu, 26 Agustus 2026. Hingga penutupan sesi I, IHSG tercatat di level 6.496,89 atau turun 4,77 poin (0,07 persen).
IHSG sebelumnya dibuka menguat 0,05 persen ke level 6.504,99 dibandingkan penutupan sebelumnya. Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang berbalik menguat setelah melemah pada perdagangan sebelumnya.
Pada Senin, 24 Agustus 2026, IHSG ditutup melemah 0,37 persen ke level 6.501,67. Kondisi tersebut menjadi dasar analis memperkirakan IHSG berpotensi mengalami rebound pada perdagangan Rabu.
"Sentimen positif eksternal berpotensi mendorong 'rebound' IHSG pada perdagangan hari ini. IHSG diprakirakan bergerak dalam rentang 6.450 hingga 6.600," kata Tim Analis dari Phintraco Sekuritas, Rabu, 26 Agustus 2026.
Pergerakan IHSG turut dipengaruhi hasil evaluasi berkala BEI terhadap 14 indeks saham. Hasil evaluasi tersebut mulai berlaku 1 September 2026 dengan periode efektif berbeda sesuai jenis indeks.
Indeks yang masuk dalam evaluasi tersebut mencakup ABX, DBX, MBX, dan IDXVESTA28. Evaluasi juga mencakup ECONOMIC30, SRI-KEHATI, ESGQKEHATI, ESGSKEHATI, dan Investor33.
Selain itu, evaluasi dilakukan terhadap ISSI, JII, JII70, IDXSHAGROW, dan IDXMESBUMN. Perubahan tersebut menjadi salah satu faktor yang turut dicermati pelaku pasar dalam perdagangan saham.
Tim analis Phintraco Sekuritas juga mencermati target pemerintah dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional. Pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS berkapasitas 100 GWp.
"Presiden Prabowo menargetkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp (Gigawatt peak) dalam dua hingga tiga tahun," ucap Tim Phintraco. Program tersebut dinilai berpotensi memberikan dampak terhadap sejumlah sektor ekonomi.
Tahap awal program tersebut mencakup pembangunan 14 PLTS di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Pembangunan juga mencakup Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau dengan total kapasitas 5,3 GWp.
Kebutuhan investasi program tersebut diperkirakan mencapai 73 miliar dolar AS. Program itu juga berpotensi menghemat Rp73,9 triliun setiap tahun melalui penggunaan PLTS dan penyimpanan energi berbasis baterai.
"Proyek ini jika benar selesai dalam waktu yang ditargetkan diharapkan akan memberi dampak positif. Utamanya terhadap sektor infrastruktur, konstruksi, dan sektor energi terbarukan, dan penyerapan tenaga kerja," kata Tim Phintraco.
Selain memberikan dampak ekonomi, pengembangan PLTS dinilai dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan sektor energi terbarukan nasional.
Dari sisi eksternal, Tim Phintraco Sekuritas mengingatkan pelaku pasar terhadap sanksi terbaru Amerika Serikat terhadap Iran. Kondisi geopolitik tersebut dinilai perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi sentimen pasar.
Pelaku pasar juga mencermati penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury. Selain itu, data inflasi berdasarkan pengeluaran konsumsi pribadi atau PCE AS menjadi perhatian investor.
Data PCE menjadi salah satu indikator penting yang dicermati pasar dalam memperkirakan arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Perkembangan data tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan pasar saham dan aset global.
Sementara itu, perdagangan saham BEI pada Senin masih diwarnai aksi jual investor asing. Tercatat net sell investor asing mencapai Rp556,22 miliar pada perdagangan tersebut.
Saham yang paling banyak dilepas investor asing meliputi BBRI, BUMI, TPIA, ISAT, dan DSSA. Pergerakan dana asing tersebut menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan dalam perdagangan IHSG
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....