OJK Catat Pembiayaan Pinjaman Daring untuk UMKM Tumbuh 23,25 Persen

  • 22 Agt 2026 13:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pembiayaan Pindar kepada UMKM mencapai Rp35,12 triliun hingga Juni 2026.
  • Pembiayaan tersebut tumbuh 23,25 persen secara tahunan dan mencakup 33,41 persen total pembiayaan Pindar.
  • OJK dan pemangku kepentingan mendorong Pindar tumbuh sehat, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan pinjaman daring (pindar) bagi pelaku UMKM terus mengalami pertumbuhan. Hingga Juni 2026, pembiayaan tersebut mencapai Rp35,12 triliun atau tumbuh 23,25 persen secara tahunan.

Jumlah tersebut mencapai sekitar 33,41 persen dari total pembiayaan industri Pindar. Total pembiayaan Pindar pada periode yang sama tercatat sebesar Rp105,14 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK, Agusman, mengatakan pindar semakin penting sebagai alternatif pendanaan bagi UMKM. ”Industri Pindar memiliki posisi yang semakin penting dalam menyediakan alternatif pendanaan bagi UMKM,” kata Agusman dalam acara Fintech Lending Days di Denpasar, Bali, Jumat, 21 Agustus 2026.

Menurutnya, dukungan pembiayaan UMKM sejalan dengan kebijakan OJK untuk memperluas akses pembiayaan. Industri pindar juga diarahkan memberikan pembiayaan berkualitas dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menilai pindar memiliki kontribusi besar terhadap pembiayaan UMKM. Untuk itu, ia mendorong penguatan industri tersebut sejalan dengan program pemerintah mengembangkan UMKM.

“Pindar punya kontribusi yang luar biasa dalam pembiayaan UMKM. Untuk itu industri ini harus diberikan ruang yang cukup untuk terus tumbuh dari sisi regulasi, pondasi hukum, serta ekosistem yang mendukung,” kata Misbakhun.

Di sisi lain, Ketua Umum AFPI Entjik S. Djafar mengatakan, pertumbuhan industri Pindar harus tetap memperhatikan aspek kesehatan. Menurutnya, industri perlu berkembang secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Masa depan industri ini membutuhkan kolaborasi yang lebih erat dari stakeholders seperti pemerintah, investor. Termasuk perbankan, ekosistem pendukung, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya,” kata Entjik.

Gubernur Bali, I Wayan Koster, juga mendorong industri Pindar meningkatkan porsi pembiayaan produktif kepada UMKM. Langkah tersebut dinilai penting untuk semakin mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara sejumlah perusahaan pindar dengan pelaku UMKM. Acara turut diisi pameran serta kegiatan business matching bagi pelaku UMKM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....