BI Tahan Suku Bunga, IHSG Ditutup Melemah 0,86 Persen ke Level 6.394
- 19 Agt 2026 18:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BI pertahankan suku bunga sesuai ekspektasi pasar, namun IHSG justru ditutup melemah.
- IHSG ditutup melemah sebesar 0,86 persen pada akhir sesi II ke level 6.394.
- Indeks dibuka di level 6.048 dan mencapai level tertinggi 6.490 sebelum mengalami koreksi ke level terendah 6.373.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,86 persen pada akhir sesi II perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026. Indeks turun 55,07 poin ke level 6.394. dibandingkan penutupan hari sebelumnya di posisi 6.449.
IHSG hari ini dibuka pada level 6.048 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.490. Indeks kemudian turun hingga level terendah 6.373 sebelum berakhir di 6.394.
Tekanan terlihat dari mayoritas saham yang berakhir melemah pada perdagangan hari ini. Sebanyak 363 saham turun, 238 saham menguat, dan 188 saham tidak berubah.
Sementara itu, perdagangan hari ini mencatat nilai transaksi sebesar Rp14,18 triliun dengan volume 26,62 miliar saham. Frekuensi transaksi mencapai 2,1 juta kali.
Pelemahan IHSG ini bersamaan dengan keluarnya hasil keputusan Bank Indonesia (BI) soal suku bunga. Saat ini BI kembali mempertahankan suku bunga atau BI Rate di level 5,75 persen pada Agustus 2026.
"Sejak Mei, BI telah menaikkan suku bunga secara total 100 bps, sehingga suku bunga berada pada level tertinggi sejak April 2025. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menarik arus modal asing sekaligus memperkuat rupiah," kata tim Pilarmas Investindo.
BI tetap fokus pada upaya stabilisasi nilai tukar rupiah karena dampak tingginya gejolak global akibat perang Timur Tengah. Sedangkan sasaran inflasi yang ditetapkan yakni sebesar 2,5±1 persen pada tahun 2026 dan 2027.
Dari eksternal, pelemahan IHSG masih dipengaruhi oleh tekanan sentimen dari kebuntuan di Selat Hormuz. Hal tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar tentang gangguan pasokan yang berkepanjangan.
"Investor tetap berhati-hati di tengah ketidakpastian di Timur Tengah. Dan menantikan risalah pertemuan The Fed pada Juli untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah suku bunga," kata tim Pilarmas Investindo.
Di sisi lain, kehati-hatian domestik juga meningkat. Di antaranya akibat bencana alam yang terjadi belakangan ini, keraguan terhadap asumsi APBN 2027, serta tertundanya insentif sepeda motor listrik
Adapun sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) menjadi pemberat pelemahan IHSG di samping sentimen fundamental perekonomian dalam negeri. Saham energi, barang baku, dan konsumen primer mencatatkan penurunan terdalam, dengan pelemahan masing-masing 1,17 persen, 0,84 persen, dan 0,75 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....