IHSG Diprakirakan Bergerak Dinamis, Menguji Level "Support" 6.300
- 23 Jul 2026 08:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jika mampu bertahan di atas level "support" 6.300-6.330, IHSG berpotensi naik hingga ke level 6.700-6.850 middle term pada perdagangan Kamis 23 Juli 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan akan bergerak dinamis pada perdagangan Kamis 23 Juli 2026. Sehari sebelumnya IHSG turun tipis 0,09 persen ke level 6.334 saat penutupan perdagangan, disertai aksi jual oleh investor asing.
BNI Sekuritas mencatat net sell (jual bersih) asing mencapai Rp1,11 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah DSSA, BBRI, ASII, AMMN, dan TPIA.
“Jika IHSG kuat bertahan di atas support 6.300-6.330, ini berpotensi naik hingga 6.700-6.850 middle term,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman. Namun, dia mengingatkan jika IHSG tembus kembali di bawah 6.300, maka akan berpotensi terkoreksi ke level 6.000an.
Menurut Fanny, IHSG akan bergerak pada rentang 6.250-6.300 di level support. Sedangkan pergerakan di level resistansi diperkirakan antara 6.380-6.480.
Fanny juga mencermati lonjakan harga minyak akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Menurut dia, hal ini menekan sentimen pasar sehingga mempengaruhi pergerakan bursa saham global.
Bursa saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan pada Rabu 22 Juli 2026. Sementara bursa saham di kawasan Asia bergerak variatif.
“Pasar mengkhawatirkan dampak lonjakan harga minyak terhadap laju inflasi,” ujarnya. “Inflasi tinggi akan mendorong bank sentral AS, The Fed, mempertahankan kebijakan moneter ketat.”
Harga minyak mentah Brent tercatat naik menjadi USD94,07 per barel setelah sempat menembus level USD95. Sedangkan harga minyak mentah WTI kini tercatat senilai USD86,83 per barel.
Fanny mengatakan kekhawatiran inflasi meningkatkan spekulasi bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga. Sementara di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) justru mempertahankan suku bunga di level 5,75 persen per Juli 2026.
Keputusan tersebut ternyata di luar prakiraan para analis. Pasar sebelumnya memprediksi BI akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 6 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....