IHSG Pada Sesi I Perdagangan Dibuka Menguat Berada di Level 6112,84

  • 17 Jul 2026 10:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG dibuka menguat 0,08 persen dan diproyeksikan menguji area resistansi 6.125–6.175
  • Penguatan indeks didukung aksi beli bersih investor asing serta penguatan nilai tukar rupiah
  • Realisasi investasi triwulan II 2026 mencapai Rp511,8 triliun, namun ketergantungan pada sektor komoditas masih menjadi risiko

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG tercatat berada di level 6112,84 atau naik 4,632 poin (0.08%) dibandingkan sebelumnya.

Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguji area resistansi di rentang 6.125–6.175. Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,37 persen ke level 6.024,35, Kamis, 16 Juli 2026.

"IHSG berpeluang melanjutkan penguatan. IHSG akan menguji area resistansi di rentang 6.125–6.175 pada perdagangan hari ini," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam analisisnya, Jumat, 17 Juli 2026.

Menurut Tim Phintraco, penguatan indeks didukung oleh kembalinya aksi beli investor asing. Beli bersih oleh oleh investor asing pada Kamis kemarin tercatat sebesar Rp283,41 miliar di pasar reguler.

Penguatan nilai tukar rupiah, juga menopang penguatan IHSG di akhir sesi perdagangan. Rupiah pada Kamis kemarin, ditutup menguat 046 persen ke posisi Rp17.986 per dolar AS.

"Momentum penguatan IHSG masih terjaga," ucap Tim Phintraco. Sentimen investor dipengaruhi oleh sejumlah faktor domestik, diantaranya rilis data realisasi investasi triwulan II 2026.

Berdasarkan data Kementerian Investasi, realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp511,8 triliun. Jumlah itu tumbuh 7,1 persen secara tahunan atau 25,1persen dari total target investasi nasional tahun 2026.

Dari sisi sumber investasi, komposisi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 49,6 persen. Sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 50,4 persen.

Tim Phintraco mencermati investasi asing langsung tidak termasuk sektor keuangan dan migas, yang meningkat 27,4 persen. "Investasi asing langsung mencapai rekor tertinggi sebesar Rp257.7 triliu dan merupakan pertumbuhan terkuat sejak triwulan IV 2024," ujar Tim Phintraco.

Sektor yang menarik investasi terbesar adalah industri logam dasar, diikuti oleh sektor jasa lainnya dan sektor pertambangan. "Kenaikan investasi langsung ini menjadi indikasi positif akan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan masih solid pada triwulan II 2026," ucap Tim Phintraco.

Tim Phintraco mengingatkan ketergantungan terhadap investasi yang ditopang sektor komoditas masih menjadi risiko bagi pergerakan pasar. Oleh karena itu, potensi risiko tersebut perlu diantisipasi agar tidak mempengaruhi stabilitas investasi ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....