Bergerak di Zona Hijau, IHSG Menguat 28,31 Poin pada Penutupan Sesi I

  • 15 Jul 2026 12:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG menguat 28,31 poin atau 0,47 persen ke level 6.067,83 pada jeda perdagangan saham Rabu, 15 Juli 2026, melanjutkan tren positif sejak pembukaan pagi.
  • Sektor energi menjadi penopang utama dengan kenaikan 1,51 persen, sementara sektor finansial menjadi yang paling lemah dengan penurunan 1,67 persen didominasi tekanan jual investor.
  • Investor asing masih melakukan aksi jual bersih sebesar Rp885,58 miliar dengan fokus pada saham perbankan (BBRI, BMRI, BBCA) dan saham nonkeuangan (ASII, AMMN).

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada jeda perdagangan saham, Rabu, 15 Juli 2026. Hingga akhir sesi pertama, IHSG menguat 28,31 poin atau 0,47 persen ke level 6.067,83.

Penguatan tersebut melanjutkan tren positif sejak pembukaan perdagangan pagi. Pada awal sesi pertama, IHSG berada di level 6.068 atau naik 28,51 poin dibandingkan penutupan sebelumnya.

Mayoritas saham tercatat bergerak positif sepanjang sesi pertama perdagangan hari ini. Sebanyak 360 saham menguat, 236 saham melemah, dan 197 saham lainnya bergerak stagnan.

Sebelumnya, IHSG ditutup di level 6.039,52 pada perdagangan sehari sebelumnya. Sektor energi menjadi penopang utama penguatan dengan kenaikan 1,51 persen.

Sementara, sektor finansial menjadi sektor dengan kinerja paling lemah selama sesi pertama. Sektor tersebut tercatat turun hingga 1,67 persen di tengah tekanan jual investor.

Data perdagangan menunjukkan investor asing masih melakukan aksi jual bersih di pasar saham domestik. Nilai net sell asing tercatat mencapai Rp885,58 miliar hingga jeda siang.

Saham-saham sektor perbankan seperti BBRI, BMRI, dan BBCA menjadi yang paling banyak dilepas investor asing. Dari sektor nonkeuangan, tekanan jual juga terjadi pada saham ASII dan AMMN.

“Dari sisi teknikal, IHSG berpeluang terkonsolidasi pada rentang level 5.950-6.125,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Rabu, 15 Juli 2026. Phintraco menilai pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen domestik yang memengaruhi pergerakan indeks.

Salah satunya adalah kajian lembaga pemeringkat S&P terhadap kondisi fiskal Indonesia. Tak hanya itu, investor juga memperhatikan kebijakan terbaru Bursa Efek Indonesia terkait konsentrasi kepemilikan saham tinggi.

Aturan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas perdagangan saham di pasar modal. “BEI akan menyaring saham-saham yang mengalami perubahan harga signifikan, tetapi tidak didukung aktivitas transaksi yang memadai,” tulis Phintraco dalam rilisnya.

Dari eksternal, pasar merespons positif data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan. Kondisi tersebut menurunkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Investor juga mencermati perkembangan ekonomi global lainnya, termasuk data pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang akan segera dirilis. Sentimen tersebut diperkirakan masih memengaruhi arah pergerakan IHSG hingga penutupan perdagangan nanti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....