Pergerakan IHSG Naik, Meski Masih Ada 'Outflow'

  • 24 Apr 2025 10:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia terpantau naik sejak pembukaan perdagangan. Pada pukul 10.00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau di level 6.676.

"Pada perdagangan hari ini IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi. Rentang pergerakan IHSG di level 6.542 hingga 6.664 dengan level support di 6.500," kata Tim Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam analisisnya, Kamis (24/4/2025).

Baca Juga: IHSG Naik 1,47 Persen Setelah Pengumuman BI Rate

Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Tetap Loyo

Baca Juga: BI: Uang Beredar Periode Ramadan-Idulfitri Rp160,3 Triliun

Pada penutupan perdagangan Rabu kemarin, IHSG juga menguat 1,47 persen (96 poin) ke level 6.634. Analisis Mirae Asset menyebutkan, saham yang menopang penguatan antara lain BBRI, BMRI dan BBCA.

"IHSG mengalami penguatan cukup signifikan selama dua hari berturut-turut. Namun investor asing mencatatkan net outflow (aliran keluar modal asing) sebesar Rp247,3 miliar," ucap Tim Mirae Asset Sekuritas.

Bursa saham AS juga mengalami penguatan cukup signifikan selama dua hari berturut-turut. Indeks Dow Jones, S&P500, dan Nasdaq tadi malam menguat masing-masing sebesar 1,1 persen 1,7 persen, dan 2,5 persen.

Penguatan bursa saham AS ditopang oleh harapan akan meredanya tensi perang dagang AS-Tiongkok. "Namun kami melihat masih tingginya ketidakpastian ke depan berpotensi menyebabkan volatilitas pasar yang masih cukup tinggi," ujar Tim Mirae.

Lebih lanjut, Tim Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengatakan, sesuai ekspektasi, BI kemarin mempertahankan BI rate 5,75 persen. Karena BI saat ini masih fokus pada upaya menjaga stabilitas dalam jangka pendek.

Potensi terjadinya perlambatan ekonomi dunia akibat perang dagang, tambah Tim Mirae, akan berdampak negatif. Utamanya pada kinerja perusahaan-perusahaan secara global yang akan memburuk.

"Tidak terkecuali perusahaan-perusahaan di Indonesia. Pasar saham di Indonesia juga masih akan sangat rentan terhadap arus modal asing yang masih keluar-masuk," kata Tim Mirae menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....