Dolar Turun ke Level Terendah, Rupiah Berpeluang Menguat
- 14 Apr 2025 09:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Indeks dolar AS menyentuh level terendahnya, membuka peluang berlanjutnya penguatan rupiah. Dalam penutupan perdagangan akhir pekan kemarin, rupiah menguat 0,16 persen (27 poin) menjadi Rp16.795 per dolar AS.
"Indeks dolar pagi ini terlihat menurun di bawah level 100. Level yang tidak pernah tersentuh sejak Juli 2023," kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra, Senin (14/4/2025).
Baca Juga: BI: Aliran Keluar Modal Asing Masih Berlanjut
IHSG Naik Tipis ke 6.262 di Akhir Pekan
DJP: 13 Juta Wajib Pajak Lapor SPT Tahunan
Menurut Ariston, pelemahan dolar dipicu kekhawatiran pasar soal dampak negatif kenaikan tarif. Terutama dampaknya ke perekonomian AS dan aset keuangan AS.
"Penurunan indeks dolar AS ini sedikit banyak akan membantu penguatan rupiah terhadap dollar AS hari ini. Indeks saham di Asia yang menguat pagi ini juga akan membantu penguatan rupiah," ucap Ariston.
Indeks saham Asia tempat, utamanya negara produsen elektronik menguat karena sikap terbaru Trump. Trump mengecualikan peralatan elektronik dari pengenaan tarif baru sehingga memberikan sentimen positif ke pasar.
Sentimen-sentimen di atas, tambah Ariston, paling tidak memberikan angin segar untuk rupiah untuk sementara waktu. Pasar sangat dinamis, perubahan arah bisa terjadi kapan pun dalam waktu singkat.
"Jadi, pasar akan merespon setiap perubahan dengan hati-hati. Potensi penguatan rupiah hari ini ke arah support Rp16.700 dengan potensi resisten di kisaran Rp16.800 per dolar AS," kata Ariston menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....