Data Ekonomi dan Konflik Berpotensi Menekan Rupiah

  • 09 Des 2024 12:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS awal pekan ini. Pada penutupan akhir pekan kemarin, rupiah naik 0,11 persen (17 poin) ke posisi Rp15.845 per dolar AS.

"Rupiah berpotensi melemah hari ini. Dipengaruhi oleh beragam data dan event yang terjadi di akhir pekan kemarin seperti," kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra dalam analisisnya, Senin (9/12/2024).

Baca Juga :Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat 15.842/Dolar AS

Data Non-Farm Payrolls Amerika Serikat bulan November menunjukkan hasil yang lebih bagus dari proyeksi. Data pekerjaan non-pertanian angkanya 227 ribu dibandingkan perkiraan 220 ribu.

Tingkat kepercayaan konsumen AS bulan Desember juga menunjukkan hasil yang lebih bagus dari sebelumnya. Angkanya di level 74 dibandingkan bulan sebelumnya di level 71,8.

"Ini menunjukkan ekonomi AS yang membaik. Beberapa petinggi The Fed yang berbicara akhir pekan kemarin, juga mengomentari peluang memperlambat laju penurunan suku bunga acuannya," ujar Ariston.

Sementara konflik memanas di Timur Tengah, dengan jatuhnya Ibukota Suriah ke tangan pemberontak. Hal ini bisa memicu kekhawatiran pasar bahwa ekskalasi akan berlanjut.

"Peluang pelemahan rupiah hari ini ke arah Rp15.880-15.900. Sedangkan potensi support di sekitar Rp15.820 per dolar AS," ujar Ariston menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....