Luncurkan CCP, BI Beberkan Manfaatnya Bagi Sektor Keuangan

  • 30 Sep 2024 16:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Bank Indonesia resmi meluncurkan Central Counterpaty (CCP) untuk transaksi derivatif suku bunga dan nilai tukar. Dengan adanya CCP, transaksi derivatifdi pasar uang dan valutas asing (valas) akan lebih efisien, serta termitigasi risikonya.

“Ini adalah legasi kita semua, bahwa bersama kita bisa mewujudkan CCP. Sebagai upaya memperdalam dan mengembangkan pasar keuangan yang efisien,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara peluncuran CCP di Jakarta, Senin (30/9/2024).

CCP menjadi sentral dari transaksi derivatif suku bunga dan nilai tukar over the counter (OTC). Transaksi yang tersentralisasi, akan meminimalkan risiko antar pihak (counterparty risk)) karena dilakukan secara close-out netting

“Karena transaksinya lebih efisien dan risikonya minimal, akan mendorong meningkatnya volume transaksi pasar valas dan pasar uang. Untuk saat ini CCP akan fokus dulu pada dua produk, yaitu produk Repo dan Domestic Non-Delivery Forward (DNDF),” ujar Perry.

Dalam operasionalnya, PT Kliring Penjamin Efek Indonesia-KPEI dan delapan bank konsorsium yang akan menjalankan bisnisnya. Sedangkan Bank Indonesia akan bertindak sebagai regulator.

“Dalam hal ini, 80 persen kepemilikan CCP adalah PT KPEI dan 8 bank. Sedangkan kepemilikan BI di CCP hanya 20 persen,” ucap Perry.

Adapun delapan bank yang masuk dalam konsorsium CCP adalah Bank Mandiri, BRI, Maybank, BNI, BCA. Serta bank Danamon, Permata Bank dan CIMB Niaga

Peluncuran CCP juga dihadiri Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Mahendra Siregar. Dia mengatakan, CCP akan memberi dampak positif pada industri jasa keuangan khususnya sektor perbankan.

“OJK mendukung pembentukan dan operasional CCP. Keberadaan CCP akan meningkatkan kepercayaan dan partisipasi pasar, serta memperkuat stabilitas sistem keuangan,” ujar Mahendra.

Pemebntukan CCP, tambah Mahendra, adalah elemen kunci dalam reformasi pasar derivatif. Sehingga pasar derivatif di Indonesia akan lebih teratur, stabil dan kredibel di mata par investor.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....