Bahaya Polyester Bagi Tubuh dan Lingkungan
- 11 Sep 2024 14:53 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Bahan polyester adalah salah satu bahan tekstil sintetis yang paling banyak digunakan di dunia karena biayanya yang murah dan memiliki daya tahan yang kuat. Namun di balik semua itu, terdapat banyak bahaya bagi kesehatan dan lingkungan yang sering diabaikan.
Proses produksi polyester melibatkan reaksi kimia yang rumit, mengubah etilen glikol dan asam tereftalat dari minyak bumi menjadi serat sintetis. Proses ini menghasilkan zat berbahaya seperti formaldehida dan ftalat yang dapat berdampak buruk pada kesehatan manusia. Formaldehida dapat menyebabkan iritasi kulit dan gangguan pernapasan, terutama saat poliester dipanaskan dalam produk seperti pakaian. Sementara ftalat, yang sering ditambahkan untuk elastisitas dapat menyebabkan gangguan hormon dan perkembangan manusia.
| Baca juga: BNN Ungkap Bahaya Tersembunyi Vape |
Dikutip dari The Holly Spirit pada Rabu (11/9/2024), salah satu masalah terburuk terkait polyester adalah kontribusinya terhadap polusi mikroplastik. Setiap kali pakaian polyester dicuci, ribuan serat mikroplastik tertinggal dan masuk ke lingkungan air. Mikroplastik ini terlalu kecil untuk disaring oleh sistem pengolahan limbah, dan dapat masuk ke rantai makanan.
Berdasarkan Studi Literatur Mikroplastik dalam Rantai Makanan Manusia yang diunggah oleh Universitas Airlangga pada tahun 2023, menunjukkan bahwa mikroplastik dapat ditemukan dalam produk makanan seperti garam, madu, dan bir. Konsumsi mikroplastik dapat menyebabkan masalah kesehatan serius seperti stres oksidatif, peradangan, dan risiko kanker yang meningkat. Tubuh manusia memiliki keterbatasan dalam menangani partikel ini, sehingga meningkatkan risiko kesehatan dalam jangka panjang.
Bahan polyester juga diketahui dapat menyebabkan alergi dan iritasi kulit karena bahan kimia seperti pewarna dan pemberian bahan anti-kusut dalam produksinya. Gejala ini termasuk gatal-gatal, kemerahan, ruam pada kulit, kulit kering, dan mengelupas. Kulit sensitif akan lebih mudah terpapar risiko ini ketika mengenakan pakaian polyester.
Selain itu, bahan polyester juga tidak menyerap keringat dengan baik, membuat kulit lembab dan rentan terhadap infeksi. Karena itu, polyester bukan pilihan yang ideal untuk pakaian sehari-hari, terutama dalam cuaca panas dan lembap. Orang dengan alergi terhadap polyester dapat mengalami gejala parah termasuk sesak napas atau bahkan pembengkakan pada berbagai bagian tubuh.
Dampak lingkungan dari produksi polyester juga sangat signifikan karena memerlukan energi yang besar dan menggunakan bahan bakar fosil, sehingga hal ini menyebabkan emisi gas rumah kaca. Limbah polyester sulit terurai dan dapat mencemari lingkungan selama ratusan tahun, terutama dalam industri fast fashion. Proses pengolahan polyester dengan bahan kimia tambahan seperti pewarna dan perekat pelapis pada kain juga mencemari air, tanah dan merusak ekosistem lokal.
Meskipun polyester memiliki keuntungan dengan harga yang murah dan tahan lama, namun bahan ini membawa risiko serius bagi kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu, konsumen perlu lebih bijak dalam memilih bahan tekstil yang lebih ramah lingkungan dan mendukung produksi yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....