Efektifitas Obat-Obatan Saat Panas Ekstrim

  • 20 Agt 2024 12:37 WIB
  •  Sumenep

Panas ekstrim melanda berbagai belahan bumi. Perubahan suhu bumi akibat pemanasan global ini ternyata berimbas pada kinerja obat dan juga pasien yang mengkonsumsinya.

Suhu dapat merusak kinerja dan fisik semua bentuk obat, baik kapsul, semprotan, sirup, tablet, sirup, dan lainnya. Obat-obatan harus disimpan dalam rentang suhu tertentu.

Menurut reuters.com, obat-obatan bisa bertahan pada suhu hingga 30 derajat Celcius atau 86 derajat Fahrenheit. Dan secara umum penyimpanan obat disarankan pada suhu 15 hingga 25 derajat Celcius.

Panas ekstrim juga mempengaruhi pasien yang sedang mengkonsumsi obat. Tubuh akan terganggu dalam merespon perubahan suhu tinggi, laju aliran darah, dan kemampuan berkeringat.

Beberapa dampak yang timbul akibat konsumsi obat saat panas ekstrim pada pasien:

1. Obat Tekanan Darah Dan Jantung

Enzim yang menekan rasa haus pada kandungan obat ini dapat meningkatkan resiko dehidrasi dan ketidakseimbangan mineral dalam tubuh.

2. Obat Alergi

Kandungan antihistamin dapat mengganggu pengaturan suhu dan mengurangi keringat.

3. Obat Psikiatrik

Antipsikotik membatasi kemampuan berkeringat, berkebalikan anti depresan meningkatkan keringat dan menekan rasa haus. Amfetamin justru dapat meningkatkan suhu tubuh.

Dibutuhkan konsultasi lebih lanjut pada dokter tentang penyesuaian dosis baru dan jadwal konsumsi obat. Kondisi pasien harus tetap terhidrasi dengan baik dan berada dalam lingkungan sejuk.



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....