Kenali Selective Mutism, Gangguan Psikologis Pada Anak

  • 24 Jul 2024 22:53 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, BUKITTINGGI: .Pernahkah anda mendengar istilah selective mutism (SM) atau mutisme selektif? Ini merupakan gangguan berkomunikasi yang biasanya dijumpai pada anak yang memilih tidak berbicara pada situasi atau orang tertentu, meskipun ia mampu. Misalnya, anak tidak mau berbicara di sekolah. Padahal jika di rumah atau bersama temannya, ia banyak bicara.

Para pakar dari American Pediatric Assosiationmengemukakan bahwa selective mutism secara umum baru disadari saat anak menginjak usia 3 tahun. Di usia ini anak semestinya sudah pintar berbicara, sehingga akan nampak perbandingan kemampuan verbalnya saat ia ada di berbagai kondisi dan situasi.

Melansir dari alodokter.com Selective mutism diketahui berakar dari coping mechanism seseorang dalam mengatasi gangguan kecemasan. Menurut berbagai riset, 80% anak dengan selective mutism juga menderita fobia sosial.

Namun, perlu diingat bahwa fobia sosial dan selective mutism adalah dua kondisi yang berbeda. Pada selective mutism, penderitanya tidak merasa cemas sama sekali saat berbicara dengan orang yang sudah dikenalnya.

Akan tetapi, orang dengan fobia sosial akan merasa sulit atau tidak nyaman saat berinteraksi dengan orang yang sudah ia kenal. Selain itu, ada beberapa penyebab selective mutism lainnya seperti riwayat kekerasan fisik, emosional, atau seksual. Riwayat keluarga dengan selective mutism atau fobia sosial dan tidak diajak bersosialisasi sejak dini serta penalaman traumatis lainnya juga menjadi salah satu pemicu.

Beberapa tanda yang muncul seperti selalu gagal berbicara pada situasi tertentu,Beberapa anak dengan selective mutism juga diketahui sangat sensitif terhadap suara, cahaya, sentuhan, rasa, dan bau serta cendrung menarik diri.

Berikut ini adalah beberapa pilihan penanganan selective mutism yang umumnya diberikan oleh ahli kesehatan mental:

· Terapi wicara, bila gangguan bicara yang menyebabkan seseorang mengalami selective mutism

· Terapi perilaku kognitif berfokus pada perubahan pola pikir negatif tentang diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar

· Terapi perilaku, memulai percakapan secara bertahap dengan orang yang tidak dikenal hingga merasa nyaman

Bagi orang tua yang melihat tanda-tanda selective mutism pada anak, sebaiknya jangan memaksa anak untuk berbicara, tetapi beri tahu anak bahwa Anda memahami mengapa ia kesulitan berbicara di depan orang lain. Yakinkan anak melalui komunikasi nonverbal, misalnya dengan tersenyum atau memeluknya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....