Manfaat Minyak Goreng Bagi Kesehatan

  • 26 Mei 2024 21:15 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Minyak goreng adalah bahan penting dalam memasak, namun tidak semua jenis minyak goreng baik untuk kesehatan. Minyak goreng juga salah satu bahan dapur penting yang biasaya digunakan untuk menumis dan menggoreng., selain itu jenis minyak yang digunakan buat menggoreng akan menambah cita rasa pada masakan agar terasa lebih nikmat.

Bukan hanya itu, minyak goreng juga sangat besar dampaknya bagi kesehatan. Ada yang diklaim menyehatkan sementara minyak yang lain disebut berbahaya dan harus dihindari.

Berikut ada beberapa jenis minyak yang berdampak bagi kesehatan, yaitu:

1. Minyak kelapa.

Melansir dari everyday health, minyak kelapa dapat meningkatkan kolesterol LDL, sebaiknya dikurangi pemakaian minyak kelapa agar tubuh terjaga kesehatannya.

2. Minyak sawit.

Melansir dari halaman klikdokter, minyak sawit mengandung lemak jenuh yang tinggi, konsumsi secara berlebih akan meningkatkan resiko kolesterol LDL dan menurunkan kadar kolesterol HDL yang dapat menyumbat arteri dan menyebabkan penyakit jantung.

3. Minyak jagung.

Banyak yang beranggapan bahwa minyak yang berasal dari tumbuhan(nabati)baik untuk kesehatan. Mengutip dari laman kemenkes, mengkonsumsi minyak jagung secara berlebihan berpotensi menyebabkan berbagai kondisi seperti obesitas, gangguan fungsi otak, depresi dan penyakit jantung.

4. Minyak canola.

Melansir dari real simple, meski dianggap paling baik dari minyak kelapa dan minyak sawit, jika ada pilihan sebaiknya hindari minyak canola karena minyak ini dihasilkan dari tanaman rekayasa genetika, yang mengandung bahan kimia heksana dan lemak jenuhnya yang tinggi.

5. Minyak bunga matahari.

Minyak bunga matahari merupakan minyak yang paling buruk untuk digoreng dan mengandung racun yang lebih tinggi jika di goreng.

Sebagai catatan bahwa efek kesehatan dari minyak goreng tergantung pada beberapa faktor seperti jenisnya, cara pengolahannya dan jumlah yang dikonsumsi.

Tips memilih minyak goreng yang sehat:

Pilih minyak goreng yang rendah lemak jenuh dan tinggi lemak jenuh serta lemak tak jenuh ganda.

Hindari minyak goreng yang dimodifikasi secara genetik dan mengandung heksana.

Gunakan minyak goreng secukupnya dan jangan digoreng berulang kali.

Variasikan jenis minyak goreng yang digunakan.

Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan rekomendasi minyak goreng yang tepat.(berbagai sumber)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....