Mengapa Gen Z Rentan dengan Masalah Kesehatan Mental

  • 22 Mei 2024 06:00 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Tanjungpinang: Generasi Z, atau mereka yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, semakin dikenal sebagai kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan mental. Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kerentanan ini, mulai dari tekanan sosial media hingga ketidakpastian masa depan.

Tekanan Sosial Media

Melansir dari DetikHealt, salah satu faktor utama yang mempengaruhi kesehatan mental Generasi Z adalah penggunaan media sosial. Platform seperti Instagram, TikTok, dan Snapchat sering kali menciptakan tekanan untuk tampil sempurna dan meraih popularitas. Penelitian menunjukkan bahwa perbandingan sosial dan cyberbullying di media sosial dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan rendahnya harga diri. Generasi Z menghabiskan banyak waktu mereka di dunia maya, yang bisa mengurangi interaksi tatap muka yang sehat dan mendukung.

Stigma dan Akses Terhadap Kesehatan Mental

Mengutip dari Halodoc, meskipun ada peningkatan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental, stigma masih menjadi penghalang besar. Banyak anggota Generasi Z yang merasa malu atau takut untuk mencari bantuan profesional karena takut dihakimi. Selain itu, akses terhadap layanan kesehatan mental sering kali terbatas, baik karena faktor ekonomi maupun geografis.

Dampak pada Kehidupan Sehari-hari

Masalah kesehatan mental memiliki dampak nyata pada kehidupan sehari-hari Generasi Z. Mereka lebih cenderung mengalami kesulitan dalam berfungsi secara akademis dan sosial. Tingkat absensi sekolah yang lebih tinggi, penurunan prestasi akademik, dan masalah dalam hubungan sosial adalah beberapa dampak yang sering terjadi. Bahkan, dalam kasus yang ekstrem, masalah kesehatan mental dapat mengarah pada tindakan yang merugikan diri sendiri atau bunuh diri.

Solusi dan Dukungan

Untuk mengatasi masalah ini, penting bagi masyarakat, pemerintah, dan institusi pendidikan untuk menyediakan lebih banyak dukungan. Kampanye untuk mengurangi stigma, meningkatkan akses ke layanan kesehatan mental, dan edukasi tentang kesehatan mental di sekolah dapat membantu. Program-program yang mendorong interaksi sosial yang sehat dan penggunaan media sosial yang bijaksana juga sangat diperlukan.

Menurut Mirta Yolanda sebagai Psikolog, kesadaran akan masalah kesehatan mental pada Generasi Z adalah langkah awal yang penting. Dengan perhatian yang tepat, dukungan yang memadai, dan upaya kolektif, kita dapat membantu generasi ini untuk mencapai kesejahteraan mental yang lebih baik.

"Gen Z terlalu banyak mendapatkan tekanan baik dari diri sendiri maupun orang lain, ditambah lagi dengan paparan dari teknologi,"tambahnya, Selasa (21/5/2024).


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....