Waspada Perawatan Gigi Abal-Abal, Kasus di RSGM Soelastri Meningkat

  • 15 Mei 2024 10:45 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Perawatan gigi merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan. Namun, fenomena perawatan gigi oleh tukang gigi atau salon non-profesional masih marak terjadi. Di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Soelastri, tercatat banyak kasus komplikasi serius yang diakibatkan oleh tindakan non-profesional ini.

Dokter gigi RSGM Soelastri Surakarta, drg. Henida Dwi Puspitasari menyampaikan perawatan gigi sebaiknya dilakukan oleh profesional yang memiliki ilmu dan keterampilan khusus. Sebaliknya, tukang gigi atau salon gigi sering kali tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai.

"Tukang gigi atau salon itu biasanya hanya mengandalkan ilmu turun-temurun tanpa pendidikan formal," ucapnya, Rabu (15/05/24).

Kasus infeksi dan komplikasi lainnya sering kali baru ditangani setelah pasien mengalami kondisi yang sudah parah akibat tukang gigi atau salon.

"Banyak pasien datang dengan infeksi atau masalah serius setelah melakukan perawatan di salon atau tukang gigi. Penanganan kami jadi lebih rumit karena harus mengatasi dampak dari prosedur yang tidak sesuai dengan standar kedokteran gigi," katanya.

Contoh masalah yang sering muncul yakni pemasangan gigi tiruan atau veneer yang tidak sesuai standar. Gigi tiruan yang dipasang dengan bahan yang tidak aman, sering kali mengandung zat berbahaya yang seharusnya tidak digunakan.

"Veneer yang dipasang tanpa perawatan sebelumnya bisa menutup area gigi atau gusi yang seharusnya tidak tertutup, sehingga menyebabkan infeksi atau kerusakan lebih lanjut," ucapnya.

Selain itu, pemasangan behel di tukang gigi atau salon juga menimbulkan risiko yang lebih besar.

"Behel itu tidak hanya merubah posisi gigi, tapi juga rahang. Jika pemasangannya tidak benar, behel bisa bergerak sendiri dan merusak gigi serta jaringan sekitarnya. Kami sering mendapati pasien yang giginya malah jadi mrongos atau mengalami masalah lebih serius," kata drg. Henida

Kasus darurat akibat behel abal-abal juga cukup banyak di RSGM. Lebih dari 25% kasus di IGD akibat dari perawatan behel yang tidak profesional. Biasanya pasien datang dengan masalah gigi yang parah sudah parah, sehingga memerlukan perawatan lebih rumit.

“Lebih dari 25% kasus di IGD kami adalah akibat dari perawatan behel yang tidak profesional. Pasien biasanya datang dengan masalah gigi yang parah dan perawatannya memerlukan waktu lama serta kunjungan berkali-kali," ucapnya.

drg. Henida mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan tawaran perawatan gigi murah dari tukang gigi atau salon, bahkan dari penawaran online.

"Perawatan gigi yang aman dan sesuai standar hanya bisa dilakukan oleh profesional yang berkompeten. Jangan sampai karena tergiur murah, akhirnya menanggung risiko kesehatan yang lebih besar," katanya.

Kesehatan gigi dan mulut adalah investasi jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk selalu mempercayakan perawatan gigi kepada dokter gigi yang terpercaya dan berkompeten. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....