Pemerhati Soroti Kekurang Dokter Spesialis di Indonesia
- 08 Mei 2024 09:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Konsulen RS Pusat Pertamina Prof. Hafil Abdul Gani menyoroti kurangnya dokter spesialis di Indonesia. Ia menyebut program pendidikan dokter spesialis menjadi hambatan bagi dokter yang ingin meneruskan pendidikannya.
"Investasi untuk menjadi dokter spesialis itu tidak murah. Kita harus membedakan kebutuhan dokter umum dan kebutuhan dokter spesialis," kata Hafil. Hal itu dikatakan dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Rabu (8/5/2024).
Hafil menjelaskan, masa pendidikan dokter umum antara 5 hingga 6 tahun. Dimana biaya pendidikannya terbilang cukup mahal.
"Itu sudah makan biaya yang cukup tinggi. Apalagi, kita sebagai orang tua," ujarnya.
Setelah itu, kata Hafil, para lulusan dokter umum ini harus melewati program pendidikan dokter spesialis. Dimana untuk masuk pendidikan dokter spesialis dikenakan biaya tinggi.
"Jadi biaya itu dua kali. Yaitu, pada saat menjadi dokter umum dan kemudian menjadi dokter spesialis," ucapnya.
Menurutnya, untuk menjadi dokter spesialis maka masa pendidikannya terbilang cukup lama. Biasanya, masa pendidikan 5 hingga 10 tahun tergantung bidang spesialis yang diambilnya.
"Itu biasanya usia mereka yang mengambil dokter spesialis adalah usia yang telah berkeluarga. Ini menjadi hal yang sangat pelik karena memakan dana besar," katanya.
Hafil menyebut, untuk menjadi dokter spesialis maka seseorang setidaknya harus mengeluarkan uang Rp1,5 miliar. Dengan jangka waktu pendidikan selama 10 tahun.
"Itu membutuhkan uang Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar," ujarnya. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, Indonesia masih kekurangan 124 ribu dokter umum dan 29 ribu dokter spesialis.
Hal itu disampaikan saat menghadiri peluncuran Pendidikan Dokter Spesialis berbasis Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama di Jakarta Barat, Senin (6/5/2024). "Jumlah yang tidak sedikit, ini yang harus segera diisi," kata Jokowi.
Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia baru bisa menghasilkan 2.700 dokter spesialis per tahun. Itu artinya memang sangat kurang sekali.
"Ditambah lagi distribusinya yang tidak merata, rata-rata semuanya dokter spesialis itu ada di Jawa dan di kota. Sebanyak 59% dokter spesialis itu terkonsentrasi di pulau Jawa," ujar Jokowi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....