Air Pincuran Angik Diduga Penyebab KLB Diare di Pessel

  • 07 Mei 2024 10:12 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Sumber air dari Pincuran Angik, Nagari Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) diduga menjadi penyebab ratusan kasus diare dan meninggalnya 5 Balita di Kabupaten Pesisir Selatan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pessel, Intan Novia Fatma mengatakan, air pincuran menjadi sumber minum masyarakat Nagari Surantih. Diduga masyarakat mengkonsumsi air Pincuran Langit tanpa dimasak terlebih dahulu.

"Mata Air Pincuran Angik telah menjadi sumber air minum utama bagi masyarakat setempat selama puluhan tahun. Kebiasaan mengkonsumsi air langsung tanpa dimasak sudah menjadi tradisi turun-temurun. Warga mengaku, mereka percaya meminum air langsung dari mata air Pincuran Langit memberikan manfaat kesehatan. Jika air tersebut dimasak terlebih dahulu maka khasiatnya akan hilang,” ujar Intan kepada RRI Selasa (7/5/2024)

Tidak hanya masyarakat sekitar, namun depot-depot air minum isi ulang lokal juga mengambil air dari mata air Pincuran Angik untuk dijual. Hal ini semakin memperluas risiko penularan diare.

"Memang kami kesulitan untuk meyakinkan masyarakat bahwa mengkonsumsi air langsung dari sumber mata air tanpa dimasak itu berbahaya. Banyak yang tidak percaya air yang sehat adalah air yang dimasak terlebih dahulu,” ujarnya.

Hal itu dibenarkan Kepala Laboratorium Universitas Andalas (Unand) Padang, Dr. dr. Andani Eka Putra memastikan, berdasar pemeriksaan sampel di laboratorium, diare disebabkan bakteri E. Coli. Bakteri ini terkandung dalam air mentah yang dikonsumsi masyarakat.

“Saya dapat informasi diare ini beberapa hari lalu. Saya kaget kematiannya banyak. Sebenarnya kita kecolongan. Pada kasus di Pesisir Selatan ini informasi adanya kontaminasi air sudah ada sejak 26 April 2024. Indeks kontaminasi bakteri dalam air kita lebih dari 3.000 per 100 mililiter air,” ujarnya.

Berdasar penelusuran Dinas Kesehatan Pessel, 202 kasus diare menjangkiti masyarakat setempat sepekan terakhir. Dengan dominasi korban Balita mencapai 58 persen. Pemerintah Kabupaten Pessel menetapkan peristiwa ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Penanganan terhadap masyarakat yang terdampak diare masih terus dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah M Zein. Saat ini 123 orang dinyatakan sembuh, 57 menjalani rawat inap, 17 rawat jalan, dan 5 meninggal dunia. Mencegah kejadian serupa, masyarakat dilarang mengkonsumsi air Pincuran Langit secara langsung tanpa dimasak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....