Ketidakstabilan Mental: Tantangan Masyarakat Era Modern
- 29 Apr 2024 12:18 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Ketidakstabilan mental menjadi isu yang semakin meresahkan di tengah masyarakat modern. Dalam sebuah wawancara program Pengarusutamaan Gender, Yudi Hartono, seorang perawat jiwa Kemenkes RI memberikan wawasan tentang ketidakstabilan mental. Mental unstable atau tidak stabil secara mental merupakan kondisi kesehatan mental di mana seseorang mengalami ketidakseimbangan emosional yang signifikan. Seseorang yang mengalami kondisi ini mungkin memiliki perasaan intens atau perubahan suasana hati yang cepat dan sulit dikendalikan. Mereka juga mungkin mengalami gejala seperti kecemasan, depresi, kemarahan, atau ketidakmampuan untuk mengatasi stres atau situasi kehidupan yang sulit.
Ketidakstabilan emosional dapat disebabkan oleh banyak faktor, termasuk keturunan, lingkungan, atau pengalaman hidup masa lalu. Beberapa kondisi kesehatan mental yang dapat menyebabkan ketidakstabilan emosional adalah gangguan bipolar, gangguan kepribadian borderline, gangguan kecemasan, dan depresi.
Menurut Yudi, faktor-faktor seperti tekanan sosial, perubahan gaya hidup, dan ketidakseimbangan pekerjaan dan kehidupan pribadi dapat menyebabkan stres dan ketidakstabilan mental. "Masyarakat modern seringkali menempatkan tekanan yang besar pada individu untuk mencapai kesempurnaan dalam segala hal, dan hal ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan mental," ujarnya (Senin, 29/4/2024).
Dalam konteks ini, teknologi juga memainkan peran penting. "Meskipun teknologi telah membawa banyak kemajuan dalam kehidupan kita, penggunaan yang berlebihan atau negatif dari teknologi dapat menyebabkan isolasi sosial dan gangguan kecemasan," kata Yudi. Belum lagi, stigma terhadap gangguan mental masih menjadi halangan besar dalam upaya untuk mencari bantuan dan dukungan. "Banyak orang yang mengalami masalah kesehatan mental enggan untuk mencari pertolongan karena takut dijauhi atau dianggap lemah oleh masyarakat," tambahnya.
Namun, Yudi juga menekankan pentingnya untuk mengubah persepsi terhadap kesehatan mental. "Perlu dibangun kesadaran dan pemahaman yang lebih baik tentang kesehatan mental, serta menciptakan lingkungan yang mendukung untuk individu yang mengalami masalah," ujarnya. Dengan mengintegrasikan pendekatan holistik yang mencakup dukungan sosial, intervensi psikologis, dan pendekatan medis, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan peduli terhadap kesehatan mental.
Saling mendukung, sharing, dan berbagi hal yang baik akan mendukung hilangnya ketidakstabilan mental. Hindari hal-hal yang membuat resah seperti overthinking, dan menjauh dari sebuah circle (circle positif).
Sebagai penutup, Yudi mengajak masyarakat untuk lebih terbuka terhadap percakapan tentang kesehatan mental. "Kita semua memiliki peran untuk bermain dalam memecahkan stigma dan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkannya," tandasnya. Pentingnya kerja sama antara individu, lembaga pemerintah, dan masyarakat dalam mengatasi tantangan kesehatan mental di zaman modern. Ketika dirasa perlu bertemu dengan psikolog, lakukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....