Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Alor Terus Meningkat
- 21 Mar 2024 15:11 WIB
- Atambua
KBRN, Alor: Cuaca di musim hujan saat ini menjadi penyebab penyakit langganan masyarakat yaitu Demam Berdarah Dengue (DBD). Angka DBD di RSUD Kalabahi Kabupaten Alor-NTT, sejak bulan Februari hingga Maret 2024 terus meningkat.
Kepada rri.co.id Dokter umum RSUD Kalabahi dr. Anita Takalapeta menyampaikan, data penderita DBD sejak awal tahun hinga bulan Maret 2024 sudah ada sebanyak 7 pasien, di bulan Januari belum ada penderita, di bulan Februari sudah ada 3 penderita dan bertambah lagi 4 penderita di bulan Maret ini, dr Anita menambahkan, 4 pasien yang di rawat di bulan Maret 2 nya telah sembuh dan kembali ke rumah dan 2 lainya masi dalam perawatan. Dirinya mengatakan penanganan DBD di RSUD Kalabahi telah sesuai dengan Protap yaitu ditangani langsung oleh Dokter anak karena sebagian besar penderita DBD adalah anak-anak.
"Untuk data DBD sendiri dari bulan Januari sampai bulan Maret itu ada 7 pasien yang di rawat di RSUD Kalabahi, bulan januar 0, bulan Februari ada 3 dan bulan Maret ini ada 4. Dari 4 yang di rawat di bulan Maret saat isi tinggal dua yang masih di rawat, yang duanya suda kembali ke rumah. Untuk penangan dari RSUD Kalabahi tentunya sesuai protap, yang pertama di tangani langsung oleh dokter spesialis anak karena pada pasien kasus DBD ini paling banyak ditemukan pada anak-anak". Ucap dr. Anita Takalapeta, Selasa (19/3/2024).
Lebih lanjut dr. Anita menambahkan, masyarakat sebenarnya sudah cukup paham terkait penanganan DBD dengan langsung membawa penderita ke IGD saat muncul gejala-gejala, namun sayangnya hal ini dilakukan saat penderita sudah mengalami trun demam yang dianggap telah sembuh, namun hal ini justru berbahaya, bila demam suda pada hari ke tiga maka sudah bisa untuk di periksa apakah itu termasuk DBD atau bukan.
"Sebenarnya masyarakat kita sudah cukup paham terkait dengan demam atau sakit yang kurang membaik itu harus dibawa ke IGD, namun yang dilakukan ini justru pada fase yang anaknya sudah turun demam itu dianggap sudah sembuh sehingga tidak dibawah periksa, pada satu itu justru dia dalam kondisi shock sehingga itu yang berbahaya, memang harus siap dengan kondisi, bila demam sudah hari ke tiga itu sudah bisa untuk kita periksakan apakah ini demam berdarah atau bukan, jadi diharapkan untuk lebih kesiap siahaan untuk membawa anak untuk periksa ke rumah sakit," ungkap dr Anita Takalapeta.
dr. Anita berharap masyarakat sudah harus melakukan program yang telah dicanangkan oleh pemerintah sebagai langkah pencegahan penyebab DBD yaitu melakukan 4M, pertama menguras tempat penampungan air jika muncul jentik nyamuk , kedua menutup semua tempat penyimpanan air agar tidak menjadi tempat nyamuk bertelur, ketiga yaitu Mendaur ulang barang bekas atau mengubur barang- barang bekas yang menjadi tempat genangan air , yang ke empat yaitu memantau jentik nyamuk, smua tempat-tempat seperti bak mandi, bak air minum harus di perhatian ada tindakan jentik nyamuk, karena hal tersebut menjadi jadi cikal bakal nyamuk yang dapat bersumber dari rumah sendiri. (Dian Salmay).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....