Tahun 2014, Indonesia Pernah Bebas Polio Oleh WHO
- 16 Jan 2024 07:52 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Negara Indonesia pernah menjadi 1 dari 11 negara South East Asia Regional Office (SEARO) yang berhasil menerima sertifikat Bebas Polio dari World Health Organization (WHO) 27 Maret 2014.
Sertifikat tersebut diterima olah Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan RI yang diwakili oleh Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung, dr. H.M. Subuh, MPPM, pada acara Polio-Free Certificate Signing Ceremony bertempat di Conference Hall WHO, South-East Asia Regional Office (SEARO), New Delhi, India.
Dikutip dari laman sehat negeriku kemenkes RI, WHO SEARO Regional Director, Dr. Poonam Singh, mengatakan bahwa setelah pemberian sertifikat ini bukan berarti Indonesia menurunkan upaya untuk mengimunisasi anak-anak dan melakukan surveilens AFP, tetapi sebagai satu langkah untuk terus meningkatkan cakupan imunisasi dan penguatan surveilen AFP.
Indonesia juga akan terus meningkatkan cakupan imunisasi polio, termasuk proses perubahan vaksin ke arah B-OPV dan IPV, serta terus menjamin terlaksananya surveilans AFP diseluruh Indonesia, sehingga seluruh dunia benar-benar terbebas dari polio sebagai penyakit kedua setelah cacar yang telah dieradikasi di dunia.
Virus polio liar terakhir yang berhasil diisolasi di Indonesia pada tahun 1995, yaitu tipe 1 di Provinsi Jawa Timur, dan tipe 3 di Provinsi Sumatera Utara. Sedangkan antara tahun 2005–2006 pernah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) virus polio tipe 1 impor yang berasal dari Timur Tengah.
Selang 8 tahun pasca ditetapkan Indonesia bebas dari polio oleh WHO, kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) polio di Indonesia kembali terjadi, 24 November 2022, 3 anak dinyatakan positif virus polio di Kabupaten Pidie, Aceh. 17 Maret 2023 KLB polio di Purwakarta, Jawa Barat. Terbaru pada 29 Desember 2023, Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan menetapkan KLB Polio pasca ditemukan kasus polio di Klaten Jawa Tengah, Pamekasan, dan Sampang Madura.
Kemenkes mengakui pemicu kembalinya kasus polio di Indonesia dikarenakan cakupan vaksinasi yang rendah akibat pandemi covid19, sanitasi yang buruk, malnutrisi dan beberapa masyarakat antivaksin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....