Kesehatan

Pengobatan Massal, 28 Warga Teluk Sepang Alami Gangguan Pernafasan

Oleh: Roki Eka Putra Editor: Isfal Andri 09 Nov 2023 - 11:05 Bengkulu
Pengobatan Massal, 28 Warga Teluk Sepang Alami Gangguan Pernafasan
Pengobatan Massal, 28 Warga Teluk Sepang Alami Gangguan Pernafasan

KBRN, Bengkulu : Sebanyak 28 warga RT 14, Kelurahan Teluk Sepang Kota Bengkulu mendapat pemeriksaan dan pengobatan massal oleh Puskesmas Padang Serai. 

Agenda tersebut dilakukan di pelataran masjid At-Taqwa RT 14. Semua warga yang mendapat pemeriksaan dan pengobatan mengeluhkan kesehatan yang menurun, akibat abu dan asap dari terbakarnya stockpile batubara diduga milik salah satu perusahaan di dekat permukiman mereka.

Sebelumnya 2 November 2023, 5 orang perwakilan warga mendatangi Puskesmas Padang Serai untuk menyampaikan keluhannya akibat asap terbakarnya stockpile tersebut. 

Atas laporan tersebut Puskesmas Padang Serai melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan massal untuk warga tersebut.

Rustam Effendi, Warga RT 14 Teluk Sepang menyebutkan sebanyak 28 warga mengikuti pemeriksaan dan pengobatan massal.

"Sebanyak 28 warga yang mengeluhkan batuk batuk, sakit tenggorokan, flu dan sesak nafas mengikuti pemeriksaan dan diberikan obat oleh pihak Puskesmas," Kata Rustam, pada Rabu, (8/11/2023).

Rustam juga menyampaikan menurunnya kesehatan warga adalah dampak dari kondisi lingkungan yang buruk akibat terbakarnya stockpile milik salah satu perusahaan dan meminta pertanggungjawabannya.

"Kondisi lingkungan di RT 14 Kelurahan Teluk Sepang sangat buruk, diperparah dengan peristiwa terbakarnya batubara di stockpile perusahaan yang asapnya mengepul di permukiman warga, akibatnya banyak warga yang mengeluhkan sakit. Pihak perusahaan harus bertanggung jawab," sambung Rustam.

Sementara pihak Puskesmas Padang Serai, melalui dr. Velia menyampaikan hasil dari pemeriksaan kesehatan yang dilakukan dan faktor penyebabnya. Dimana paling banyak keluhannya batuk, flu, dan sesak nafas. 

"Sama sama kita tahu kondisi tempat tinggal kita dikelilingi oleh batubara. Faktor penyebabnya diduga ada debu batubara di jalan, abu dan asap dari batubara yang terbakar," kata Velia

Reka Elvina, salah satu petugas Puskesmas juga menyampaikan faktor penyebabnya adalah polusi udara, jika diperlukan akan dilakukan pemeriksaan lanjutan di Laboratorium.

"Udara di lingkungan RT 14 ini sudah tercemar polusi. Jika dalam 3 sampai 4 hari kedepan masih belum ada perubahan kita akan adakan pengecekan lab dengan mengambil sampel dahak," kata Reka.

Lebih lanjut ia menghimbau agar warga menggunakan masker setiap keluar rumah.

"Kami menghimbau kepada warta agar menggunakan masker setiap kali keluar rumah," anaknya. 

Dibagian lain Cimbyo, Kanopi Hijau Indonesia menjelaskan terdapat banyak titik stockpile yang berada di sepanjang jalan Teluk Sepang.

Dimana ada sekitar 19 titik stockpile yang berada di sepanjang jalan Teluk Sepang. Sehingga saat aktivitas bongkar muat dan angkutan batubara lewat kemudian menimbulkan debu yang menumpuk di jalan. 

Lalu juga efek dari kandungan debu batubara dan asap dari terbakarnya batubara.

"Debu batubara mengandung Karbon Dioksida dan Silika. Sedangkan asap batubara yang terbakar mengandung Karbon Dioksida, Sulfur Oksida, serta Nitrogen Oksida. Terpapar debu batubara dan asap batubara dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan gangguan pernafasan dan kerusakan paru paru,” tutup Cimbyo.