KBRN,
Padang: Kualitas udara di Kota Padang sebagai
ibu kota Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Jumat (20/10/2023) tercatat dalam kategori sedang. Kualitas udara
dimaksud diukur melalui nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Titik pengukuran berada di kawasan
Padang Pasir, Kota Padang, tepatnya di sudut depan halaman Kantor Gubernur
Sumbar.
Konsentrasi partikel debu dengan ukuran di bawah 2.5 mikron (PM2.5) menjadi pantauan terus menerus. Pada pagi ini PM2.5 di Padang berada di angka 84, masuk kategori sedang. Angka itu turun dibanding pantauan kemarin yang mencapai 102 atau tidak sehat, dan Rabu 18 Oktober 105.
Sebelumnya menyikapi konsentrasi PM2.5 yang masuk kategori tidak sehat, Wali Kota Padang telah mengeluarkan edaran wajib menggunakan masker bagi masyarakat jika berada di luar ruangan. Kemudian mengurangi aktivitas luar ruang.
Baca : Kualitas Udara Buruk, Warga Padang Diwajibkan Pakai Masker
Untuk mengetahui kualitas udara di Kota Padang, masyarakat bisa mengakses secara langsung melalui aplikasi ISPUNet yang disediakan KLHK melalui Play Store. Atau melalui link https://ispu.menlhk.go.id/webv4/#/
Kualitas udara yang sempat mengalami polusi PM2.5 berlebih, disebabkan kiriman kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari provinsi tetangga. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Yozarwardi karena tidak ada titik panas atau laporan Karhutla di wilayah Sumbar.
Baca : Dinas Kehutanan Sumbar Pastikan Kabut Asap di Padang Kiriman