Temukan Vaksin AstraZeneca, Carina Joe Terima Pin Emas

  • 03 Okt 2023 16:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Yayasan BPK Penabur memberi apresiasi untuk Dr. Carina Citra Dewi Joe, Ph.D yang dinilai berjasa di era pandemi Covid-19. Carina yang merupakan pemegang hak paten AstraZeneca, vaksin untuk Covid-19, dianugerahi pin emas oleh BPK Penabur pada Senin, 25 September 2023 lalu.

"Kami memberikan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas peran serta Carina Joe dalam membantu penanganan Covid-19 di Indonesia dan dunia. Sekaligus sebagai salah satu bentuk apresiasi BPK Penabur kepada salah seorang alumninya yang memberikan dampak bagi sesama," kata Ketua Umum Yayasan BPK Penabur, Adri Lazuardi, dalam keterangannya, Selasa (3/10/2023).

Adri mengatakan, BPK Penabur sangat bangga atas prestasi luar biasa yang ditorehkan oleh Carina. Vaksin yang dikembangkan Carina telah menyelamatkan jutaan nyawa manusia.

Carina sendiri merupakan alumnus SMAK 1 BPK Penabur Jakarta yang lulus pada 2005. Dia merupakan Senior Postdoctoral Research Scientist di bidang Pengembangan vaksin dengan fokus pada vaksin vektor virus di Oxford University.

Carina bekerja secara terus-menerus dalam proses manufaktur untuk vaksin Adenovirus-vectored, serta memainkan peran kepemimpinan dalam beberapa proyek kolaboratif internasional dengan mitra industri. Ia juga berkontribusi pada pengembangan fasilitas Bio Process and Analytical Development (BiPAD) yang didirikan untuk meningkatkan terjemahan temuan penelitian medis guna meningkatkan hasil pasien.

Carina Joe meraih gelar master dan Ph.D di bidang Bioteknologi di Royal Melbourne Institute of Technology, Australia. Sebelum bergabung dengan Oxford University, ia pernah bekerja di Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO).

Di Jenner Institute, Carina menginvestigasi metode-metode yang lebih baik dalam manufaktur vaksin, termasuk vektor adenovirus. Ia dikenal sebagai salah satu pemilik paten vaksin Covid-19 AstraZeneca dalam manufaktur skala besar.

Dalam sebuah wawancara, Carina menceritakan studi yang ia tempuh sepanjang perjalanan karier ilmiahnya. Setelah menyelesaikan pendidikan SMA dalam waktu dua tahun melalui program akselerasi di SMAK 1 BPK Penabur, dia kemudian melanjutkan studi S1 di bidang Bioteknologi di Hongkong, Australia, dan bekerja di Oxford, Inggris.

Di Inggris, Carina ditugaskan untuk menangani proyek pengembangan vaksin Covid-19 karena dianggap sebagai ahli di bidangnya. Memiliki pengalaman bekerja di industri selama tujuh tahun dan fokus pada pengembangan produk skala besar untuk standar manusia, selama masa studi doktoralnya di Australia, Carina mempelajari teknologi vaksin.

Ia menghadapi tantangan besar dalam mengembangkan vaksin, termasuk bekerja sendiri dan menghadapi deadline yang sangat ketat. Berkat karakter yang dibentuk selama masa pendidikan di SMAK 1 BPK Penabur, Carina mampu menghadapi tantangan tersebut dengan disiplin, pantang menyerah, dan problem-solving.

Ia mengenang akan gurunya, Lili, yang memperkenalkan kepadanya tentang bidang baru yang pada waktu itu masih jarang terdengar di sini, tetapi di luar negeri sedang booming yaitu bioteknologi. Carina mengakui Lili sang guru, yang tanpa disadarinya memberi motivasi lewat presentasi biologi. "Ketika Carina Joe masih duduk di bangku SMA dan belajar biologi, dia adalah siswa yang sopan, rendah hati, rajin serta ulet," ujar Lili.

"Biarlah Carina tetap menjadi pribadi yang rendah hati dan senantiasa bersyukur terhadap Tuhan, meskipun telah mendapat prestasi yang sangat membanggakan. Saya mendoakan ia semakin sukses dalam mencapai cita-citanya, dan Tuhan senantiasa mengiringi setiap langkah Carina Joe," kata Lili menutup percakapannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....