Penderita ISPA di Jakarta Mendekati Ratusan Ribu Kasus
- 28 Agt 2023 13:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) belakangan ini meningkat, terutama di wilayah Ibu Kota DKI Jakarta. Hal itu disampaikan Ketua Komite Penanggulangan Penyakit Respirasi dan Dampak Polusi Udara Prof Agus Dwi Susanto.
Berdasarkan data pihaknya, kasus ISPA DKI pada bulan Agustus 2023 ini mendekati ratusan ribu kasus. "ISPA pada Januari sampai bulan ini rerata 100 ribu, bahkan di bulan Agustus mendekati di atas 200 ribu kasus," katanya dalam Media Briefing tentang Penanganan Dampak Polusi Udara Bagi Kesehatan Masyarakat di Jakarta, Senin (28/8/2023).
Sementara itu tahun 2022 ke bawah, rata-rata angka prevalensi ISPA berada di bawah 100 ribu kasus. Peningkatan kasus sekarang ini, kata dia, seiring dengan tingginya polutan yang ada di wilayah DKI Jakarta.
"Terlihat sekali memang periode Januari-Juli ini kasusnya lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tahun ini ketika polutan tinggi kasusnya meningkat," ujarnya.
Sebelumnya Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, penderita saluran pernapasan akut (ISPA) melonjak tajam. Hal itu diakibatkan buruknya kualitas udara yang terjadi di wilayah Jabodetabek.
"Memang saat ini polusi udara sedang buruk, khususnya di Jabodetabek. Dan memang ISPA terjadi peningkatan cukup tinggi," kata Budi Gunadi di Tangerang, Jumat (25/8/2023).
Menurut Budi Gunadi, dalam meminimalisir ISPA harus dilakukan pemantauan dan tindakan mulai dari hulu hingga hilir. Apabila terdapat masyarakat yang bergejala harus secepatnya ditangani.
"ISPA ini memang di sisi hilir kalau ada yang sakit kita yang nangani. Saya sudah siapkan rumah sakitnya, dokternya dan obat-obatanya," ucap Budi Gunadi.
Menkes menjelaskan, penyakit ISPA itu pneumonia, inpeksi paru klinis, bahkan bisa menyebabkan TBC, kanker paru. Dari lima jenis penyakit itu tersedia biaya untuk mencover BPJS hingga Rp10 triliun.
Kendati demikian, Budi Gunadi berharap, pada sisi hulu diharapkan dari sektor lingkungan hidup, energi dan transportasi dapat bersinergi. Tujuannya guna membantu agar polusi udara dapat ditekan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....