Kesehatan

Atasi Stunting, LKC DD Gelar Pelatihan Fasilitator Pos Gizi, Kawasan Sehat, dan Madaya

Oleh: Dendy Fachreinsyah Editor: Nasrudin Jahari 21 Jul 2023 - 13:56 Banten
Atasi Stunting, LKC DD Gelar Pelatihan Fasilitator Pos Gizi, Kawasan Sehat, dan Madaya
Dompet Dhuafa melalui Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) menggelar pelatihan Fasilitator Pos Gizi, Kawasan Sehat dan Madaya. (Dok. Dompet Dhuafa)

KBRN, Tangsel: Dompet Dhuafa melalui organ Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) menggelar Pelatihan Fasilitator Program Pos Gizi, Program Kawasan Sehat, dan Program Kawasan Madaya.  Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 20-25 Juli 2023 di Ballroom Hotel Citra Dream Tangerang Selatan.

Pelatihan ini mengusung tema “No One Left Behind” dan berisikan materi paparan, diskusi, hingga praktik perencanaan dengan fokus berdaya cegah malnutrisi dan stunting.

Sebanyak 30 peserta yang hadir meliputi tenaga kesehatan LKC dari sembilan provinsi yakni Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan. Serta ada pula tenaga kesehatan dari Puskesmas juga Bidan Desa, untuk tahap persiapan pelatihan Fasilitator Program Pos Gizi dan Kawasan Sehat.

Baca juga:

Mudahkan Layanan Kesehatan di Baduy, Dompet Dhuafa Terjunkan Bidan Untuk Negeri

General Manager Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa, Yeni Purnamasari dalam sambutannya mengatakan, pelatihan ini dalam rangka merealisasikan target penurunan angka stunting di Indonesia di tahun 2024 menjadi 14 persen.

“Teman-teman yang hadir menjadi suatu bagian penting pada pilar kesehatan dalam upaya pengentasan dan pencegahan stunting di Indonesia. Hasil survei angka stunting turun dari 24,4 persen jadi 21,6 persen. Angka ini survei nasional, tapi saya yakin di daerah, data ini bisa sangat bervariasi. Bagaimana mungkin kita menurunkan angka stunting namun gizi kurang? Sedangkan itu adalah potensi stunting,” katanya.

Ia juga menjelaskan, dalam upaya pencegahan stunting, Dompet Dhuafa membentuk Pos Gizi di tujuh provinsi pendampingan Dompet Dhuafa di Jawa Timur, Jawa Barat, NTT, NTB, Sumsel, Sulsel, dan Sulawesi Tenggara.

Baca juga:

LKC Dompet Dhuafa Hadirkan Inovasi Edukasi TBC di SMAN 1 Warunggunung

“Dompet Dhuafa membuat program hulu ke hilir. Mencari faktor penyebab, bukan sekadar intervensi. Yang penting lagi adalah menjadi terintegrasi. Maka dengan amanah zakat ini kita daya gunakan, ajak juga orang lain menjadi bagian stakeholder, jadi gerakan. Pahami konsep dan filosofi kerjanya,” ucap Yeni.

Penyuluh KB Ahli Utama BKKBN, Dwi Listyawardani menambahkan, secara geografis dan potensi alam, Indonesia tidak kurang secara nutrisi. Jadi stunting bukan sekadar faktor kemiskinan, tapi juga disebabkan faktor pengasuhan.

“Stunting bukan sekedar postur tubuh, tapi juga kualitas, gizi, kecerdasan, dan sebagainya. Pendekatan harus kita galakkan pada orang tua asuh, keluarga, dan lingkungan. Pahami juga perbedaan generasi ke generasi. Bahkan upaya kesadaran kesehatan ini bisa dimulai sejak kita remaja. Indeks massa tubuh, termasuk pola makan,” katanya.

Baca juga:

Percepat Penurunan Stunting, Pemkab Tangerang Gandeng Tim PASTI

Pelatihan ini diharapkan mampu membentuk fasilitator andal yang memiliki kompetensi mumpuni sehingga dapat berperan aktif sebagai pelatih profesional pada masyarakat, serta meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan Fasilitator dalam pendampingan program Pos Gizi.

Juga menumbuhkan komitmen untuk mengembangkan keterampilan lebih lanjut sebagai Faslitator hingga terlaksananya program Pos Gizi di wilayah desa masing-masing.