Cara Mencegah Meningitis Dini bagi Bayi dan Balita

  • 05 Okt 2026 19:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Meningitis adalah infeksi pada selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang yang dapat menyerang berbagai usia termasuk bayi dan balita.
  • Meningitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, dengan meningitis bakteri memiliki potensi berkembang cepat dan menimbulkan komplikasi serius.
  • Bayi dan balita termasuk kelompok rentan terhadap penyakit meningitis dan memerlukan penanganan cepat untuk mencegah komplikasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Meningitis merupakan infeksi pada selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini dapat menyerang berbagai usia, tetapi bayi dan balita termasuk kelompok yang rentan.

Meningitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus. Meningitis bakteri dapat berkembang cepat dan menimbulkan komplikasi serius jika tidak segera ditangani.

Dilansir dari laman The Royal Children’s Hospital pada tanggal 5 Oktober 2026, imunisasi rutin menjadi cara utama mencegah meningitis pada anak. Imunisasi dapat membantu melindungi anak dari sejumlah bakteri penyebab meningitis.

Beberapa vaksin yang berkaitan dengan pencegahan meningitis diberikan dalam rangkaian imunisasi anak. Orang tua perlu memastikan anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal yang ditetapkan tenaga kesehatan.

Laman Cerebral Palsy Guide menyebutkan, bayi yang berusia di bawah dua bulan memiliki risiko lebih tinggi terkena meningitis. Anak di bawah dua tahun juga termasuk kelompok yang rentan terhadap penyakit tersebut.

Selain imunisasi, menjaga kebersihan dapat membantu mengurangi risiko penyebaran bakteri dan virus. Orang tua dapat membiasakan anak mencuci tangan serta tidak berbagi alat makan dan minum.

Anak juga perlu dijauhkan dari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit. Paparan asap rokok juga perlu dihindari karena dapat meningkatkan risiko meningitis pada anak.

Orang tua juga perlu mengenali tanda awal meningitis pada bayi dan balita. Gejalanya dapat berupa demam, muntah, kejang, mengantuk berlebihan, dan sulit dibangunkan.

Pada bayi, meningitis dapat ditandai tangisan bernada tinggi, sulit makan, mudah marah, atau ubun-ubun membengkak. Gejala juga dapat muncul setelah anak mengalami pilek, diare, atau infeksi lainnya.

Munculnya ruam merah atau ungu yang tidak memudar saat ditekan perlu diwaspadai. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan infeksi meningokokus dan membutuhkan penanganan medis segera.

Jika anak menunjukkan tanda meningitis, orang tua perlu segera membawanya ke dokter atau fasilitas kesehatan. Penanganan cepat diperlukan karena meningitis bakteri dapat memburuk dalam waktu singkat.

Sebagian anak dapat mengalami dampak lanjutan setelah meningitis, seperti gangguan pendengaran dan masalah konsentrasi. Karena itu, pencegahan melalui imunisasi dan kebiasaan hidup bersih penting dilakukan sejak dini. (Nikita Yunistia Maryam)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....